Kapal Angkut Tank KRI Teluk Ende-517: Satgas Trisila Bagikan Sembako ke 300 Nelayan Donggala, Kenalkan Dunia Bahari
Satgas Operasi Trisila 25/III melalui KRI Teluk Ende-517 membagikan 300 paket sembako kepada nelayan di Donggala, Sulawesi Tengah. Selain itu, kegiatan edukasi bahari juga digelar. Simak detail operasi Satgas Trisila ini!
KRI Teluk Ende-517, bagian dari Satgas Operasi Trisila 25/III, baru-baru ini melaksanakan misi bakti sosial di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Bersama Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Palu, mereka mendistribusikan 300 paket sembako kepada para nelayan setempat. Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian TNI AL terhadap masyarakat pesisir.
Wakil Komandan Satgas Trisila, Kolonel Laut (P) Choirul Rizqin, menjelaskan bahwa pembagian sembako ini merupakan bagian dari rangkaian operasi yang lebih luas. Operasi Trisila 25/III bertujuan untuk memperkuat kehadiran TNI AL sekaligus menjalin kedekatan dengan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. Misi ini juga mencakup berbagai kegiatan sosial lainnya.
KRI Teluk Ende-517 telah berlayar sejak 19 Agustus dan akan berlangsung selama 37 hari, menyambangi sejumlah pangkalan di Nusantara. Sebelum tiba di Donggala dan Palu, kapal ini telah singgah di beberapa kota penting. Setelah dari Sulawesi Tengah, KRI Teluk Ende-517 akan melanjutkan pelayaran menuju Balikpapan.
Bakti Sosial dan Rute Pelayaran KRI Teluk Ende-517
Dalam misi kemanusiaannya, Satgas Operasi Trisila 25/III secara khusus menyasar para nelayan di Kabupaten Donggala. Sebanyak 300 paket sembako berhasil didistribusikan, memberikan bantuan nyata bagi mereka yang menggantungkan hidupnya pada laut. "Di Sulawesi Tengah khususnya di Kabupaten Donggala ada 300 paket sembako kami berikan kepada para nelayan," ujar Kolonel Laut (P) Choirul Rizqin.
Operasi ini bukan hanya tentang pembagian sembako, tetapi juga tentang kehadiran dan dukungan TNI AL di wilayah maritim Indonesia. KRI Teluk Ende-517 telah menempuh perjalanan panjang, singgah di berbagai pangkalan strategis. Perjalanan ini dimulai dari Makassar, lalu berlanjut ke Kendari, Bitung, Tahuna, dan Tarakan sebelum akhirnya tiba di Kota Palu.
Setelah serangkaian kegiatan di Palu, kapal ini bergeser ke Pelabuhan Pantoloan sebelum melanjutkan pelayaran ke tujuan berikutnya. Kolonel Choirul Rizqin menambahkan bahwa selain bakti sosial, kegiatan lain seperti donor darah juga menjadi bagian dari agenda Satgas. Ini menunjukkan komitmen TNI AL dalam berbagai aspek pelayanan masyarakat.
Edukasi Bahari Melalui Program Open Ship
Selain misi kemanusiaan, Satgas Trisila juga aktif dalam mengedukasi masyarakat, khususnya generasi muda, tentang dunia kemaritiman. Selama berada di Kota Palu, KRI Teluk Ende-517 membuka program open ship. Program ini memungkinkan siswa-siswi dan masyarakat umum untuk berkunjung dan mengenal lebih dekat kapal perang milik TNI AL.
"Kegiatan open ship yang dilaksanakan itu merupakan program Satgas Trisila 2025 dengan tujuan memberikan edukasi kepada masyarakat khususnya para pelajar," jelas Kolonel Choirul. Inisiatif ini dirancang untuk menumbuhkan kecintaan terhadap bahari dan memperkenalkan alat utama sistem senjata (alutsista) TNI AL secara langsung. Pengalaman ini diharapkan dapat menginspirasi minat pada bidang kelautan.
Pengunjung memiliki kesempatan langka untuk melihat langsung fasilitas dan operasional kapal perang. Program ini menjadi jembatan antara TNI AL dan masyarakat, membangun pemahaman yang lebih baik tentang peran serta tugas angkatan laut. Kegiatan serupa juga telah dilakukan di pangkalan-pangkalan lain yang disinggahi KRI Teluk Ende-517 selama pelayaran.
Mengenal KRI Teluk Ende-517 dalam Operasi Trisila
KRI Teluk Ende-517 adalah salah satu aset penting TNI Angkatan Laut, berjenis Kapal Angkut Tank (AT-117M). Kapal ini dirancang untuk mengangkut pasukan dan peralatan militer, menjadikannya krusial dalam operasi pendaratan amfibi dan dukungan logistik. Keberadaannya dalam Operasi Trisila menunjukkan kapabilitas TNI AL dalam menjangkau berbagai wilayah kepulauan Indonesia.
Operasi Trisila 25/III sendiri telah berlangsung sejak 19 Agustus, dengan total durasi 37 hari. Selama periode ini, KRI Teluk Ende-517 telah berlayar melintasi berbagai perairan dan singgah di beberapa pangkalan utama. Misi ini tidak hanya berfokus pada bakti sosial, tetapi juga patroli keamanan laut dan latihan bersama.
Kehadiran KRI Teluk Ende-517 di Donggala dan Palu menegaskan komitmen TNI AL dalam menjaga kedaulatan maritim dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Melalui kegiatan seperti pembagian sembako dan open ship, TNI AL berupaya mendekatkan diri dengan rakyat, sekaligus menunjukkan kesiapsiagaan operasionalnya.
Sumber: AntaraNews