Bupati Donggala Gencarkan Peran Posyandu untuk Generasi Emas Bebas Stunting
Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, dorong orang tua aktif ke Posyandu setiap bulan. Ini penting untuk pantau tumbuh kembang anak, cegah stunting, dan wujudkan generasi emas Donggala.
Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, mendorong seluruh orang tua di wilayahnya agar aktif membawa anak-anak ke pos pelayanan terpadu (Posyandu) setiap bulan. Ajakan ini disampaikan saat Vera bertemu awak media di Loli Tasiburi, Donggala, pada Minggu. Partisipasi aktif di Posyandu sangat penting guna memantau tumbuh kembang anak sejak usia dini.
Menurut Vera, Posyandu memiliki fungsi vital dalam mengawasi pertumbuhan serta perkembangan anak-anak. Anak-anak merupakan aset berharga di masa mendatang sebagai generasi penerus pembangunan daerah. Oleh karena itu, kesehatan dan perkembangan mereka harus menjadi prioritas utama bagi seluruh keluarga di Donggala.
Pemantauan kesehatan dan tumbuh kembang anak secara rutin melalui Posyandu menjadi investasi jangka panjang. Hal ini bertujuan mewujudkan generasi emas Donggala yang sehat, cerdas, aktif, dan kreatif. Vera menegaskan bahwa anak sehat hari ini adalah kunci bagi Donggala yang hebat di masa depan.
Pentingnya Posyandu untuk Tumbuh Kembang Anak
Posyandu berperan sentral dalam memastikan setiap anak mendapatkan pemantauan kesehatan yang optimal. Melalui kegiatan rutin seperti penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan, setiap perubahan dalam tumbuh kembang anak dapat terdeteksi lebih awal. Ini memungkinkan intervensi yang cepat dan tepat jika diperlukan.
Vera Elena Laruni menekankan bahwa anak-anak adalah masa depan daerah. Jika mereka tumbuh sehat, rajin belajar, dan berkembang dengan baik, Donggala akan memiliki generasi yang kuat serta berkualitas. Kualitas sumber daya manusia dimulai dari kesehatan dan pendidikan dasar yang kokoh sejak usia dini.
Investasi dalam kesehatan anak melalui Posyandu adalah langkah strategis untuk menciptakan generasi emas. Generasi ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak pembangunan. Dengan demikian, partisipasi aktif orang tua di Posyandu bukan hanya tanggung jawab, tetapi juga kontribusi nyata bagi kemajuan Donggala.
Upaya Pencegahan Stunting dan Peningkatan Gizi
Selain pemantauan tumbuh kembang umum, Posyandu juga berfungsi utama dalam mencegah stunting. Deteksi dini terhadap anak-anak yang berisiko mengalami stunting dapat dilakukan melalui pengukuran antropometri yang akurat. Intervensi gizi dan kesehatan dapat segera diberikan untuk mengatasi masalah tersebut.
Bupati Vera juga menyoroti pentingnya pemberian vaksin polio khusus untuk bayi dan balita. Vaksinasi ini merupakan bagian dari upaya pencegahan penyakit serta mendukung peningkatan kesehatan anak secara menyeluruh. Program imunisasi lengkap menjadi benteng pertahanan pertama bagi kesehatan anak-anak.
Sebagai bentuk dukungan langsung, pemerintah daerah juga memberikan makanan tambahan kepada balita yang mengalami gizi kurang. Khususnya di Banawa, Desa Loli Tasiburi, bantuan ini diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi esensial mereka. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi angka gizi kurang dan stunting di Donggala.
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Donggala, target prevalensi stunting di daerah ini pada tahun 2026 ditetapkan sebesar 24,3 persen. Angka ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk terus menekan kasus stunting. Upaya kolektif dari berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk mencapai target tersebut.
Sumber: AntaraNews