3 Alasan Penting Rutin Periksa Gigi Meski Tidak Sakit
Dokter gigi mengingatkan masyarakat untuk memeriksakan gigi setiap enam bulan. Langkah ini membantu mencegah kerusakan dan menjaga kesehatan mulut.
Banyak orang baru mendatangi dokter gigi ketika muncul keluhan seperti nyeri, gigi berlubang, atau gangguan lain yang menghambat aktivitas sehari-hari.
Padahal, pemeriksaan gigi secara rutin berperan penting untuk mencegah masalah kesehatan mulut berkembang menjadi lebih serius.
Dokter gigi spesialis prostodonsia, Melissa Delania, SpPros, mengatakan pemeriksaan berkala sebaiknya dilakukan setiap enam bulan sekali, meski tidak ada keluhan yang dirasakan.
"Tiap enam bulan sekali sebaiknya periksa gigi ya, jadi jangan tunggu sakit dulu baru ke dokter gigi," ujar VP of Medical Affairs Satu Dental Group, Melissa Delania dikutip dari Liputan6, Minggu (7/6/2026).
Deteksi Dini Bantu Tekan Biaya Perawatan
Melissa menjelaskan banyak gangguan gigi dan mulut sebenarnya dapat dicegah atau ditangani sejak tahap awal apabila terdeteksi lebih cepat.
Menurut dia, perawatan pada kondisi yang masih ringan umumnya lebih sederhana dan membutuhkan biaya yang lebih rendah dibandingkan ketika kerusakan sudah parah.
"Kalau diketahui masalah gigi sejak awal, treatment biasanya lebih simple dan biaya jauh lebih murah," kata Melissa saat konferensi pers Berani Tampil bersama Satu Dental di Jakarta, Jumat (5/6/2026).
Selain itu, pemeriksaan rutin juga membantu dokter menemukan masalah yang belum menimbulkan gejala sehingga dapat segera ditangani sebelum berkembang lebih lanjut.
Melissa menambahkan diagnosis yang tepat menjadi alasan lain pentingnya pemeriksaan berkala. Dengan evaluasi langsung oleh dokter gigi, pasien dapat mengetahui penyebab utama gangguan yang dialami dan memperoleh penanganan yang sesuai.
Menjaga Fungsi Gigi hingga Usia Lanjut
Menurut Melissa, kesehatan gigi tidak hanya berkaitan dengan kondisi saat ini, tetapi juga berpengaruh terhadap kualitas hidup pada masa mendatang.
Perawatan yang dilakukan secara konsisten dapat membantu mempertahankan fungsi gigi hingga usia lanjut, termasuk kemampuan mengunyah berbagai jenis makanan.
"Siapa di sini yang masih mau bisa makan daging, nggrogotin jagung, makan yang keras hingga usia 60,70,80 tahun? Nah itu tetap bisa kita lakukan dengan rutin memeriksakan gigi," ujarnya.
Ia menilai pemeriksaan gigi secara berkala perlu dipandang sebagai bagian dari investasi kesehatan jangka panjang, bukan sekadar pengeluaran untuk perawatan kesehatan mulut.