Thomas Ramdhan Ungkap Perasaan Haru, 25 April Bisa Jadi Momen Terakhir Bersama Gigi
Dalam laman Wikipedia, nama Thomas Ramdhan telah tercatat sebagai mantan anggota grup musik Gigi.
Pada siang hari Minggu (12/4), sebuah unggahan di Instagram oleh Thomas Ramdhan mengejutkan banyak penggemar GIGI. Dalam IG Story-nya, bassist tersebut memberikan sinyal bahwa ia mungkin akan segera meninggalkan band terkenal itu. Ia membagikan tulisan singkat dengan latar belakang hitam yang bertuliskan, "tgl 25 April 2026 Kemungkinan hr TERAKHIR sy MANGGUNG BARENG GIGI". Pesan ini jelas menunjukkan ketidakpastian yang melanda dirinya.
Tidak berhenti di situ, Thomas juga membagikan pernyataan emosional dalam unggahan berikutnya. Tulisan tersebut berbunyi, "kl baji**an tetep aja b**ingan, mau dibungkus adab sok baik sekalipun!!" Sebelumnya, ia sempat membuat unggahan lain di feed Instagram yang memiliki nada serupa. Meskipun unggahan tersebut telah dihapus, banyak warganet yang sudah membagikannya. Dalam tulisannya, ia mengekspresikan, "Andai km temen baik jangan menusuk dari belakang. Buktikan kl km temen sejati, paham?"
Reaksi dari warganet pun sangat heboh setelah unggahan ini. Kolom komentar di akun Instagram band ini dan para anggotanya dipenuhi oleh berbagai pertanyaan serta kecemasan dari para penggemar.
Bahkan, dalam pantauan Liputan6.com, laman Wikipedia band ini telah mengubah status Thomas Ramdhan menjadi mantan personelnya. Hal ini menunjukkan betapa seriusnya situasi yang sedang terjadi dalam band tersebut.
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5553645/original/024330600_1776000525-thomas.jpg)
Thomas Ramdhan merupakan anggota awal dari band GIGI
Thomas Ramdhan merupakan anggota awal dari band GIGI yang resmi berdiri pada 22 Maret 1994. Menurut informasi yang diperoleh dari situs resmi band ini, formasi awal GIGI terdiri dari Dewa Budjana (gitar), Thomas Ramdhan (bas), Ronald Fristianto (drum), Aria Baron Arafat (gitar), dan Armand Maulana (vokal). Mereka meluncurkan album pertama mereka yang berjudul Angan pada tahun 1994, dengan dua lagu unggulan, "Angan" dan "Ku Ingin". Setahun setelahnya, GIGI merilis album kedua mereka, Dunia, yang menampilkan single "Janji" dan "Yang T'lah Berlalu (Nirwana). Namun, di tengah perjalanan mereka, Baron memutuskan untuk pindah ke Amerika Serikat dan meninggalkan band ini.
Saat GIGI bersiap untuk merilis album ketiga yang akhirnya berjudul 3/4, Thomas mengalami masalah serius dengan ketergantungan obat-obatan. Kejadian ini tentu saja berdampak pada proses kreatif band dan menjadi tantangan besar bagi mereka untuk tetap berkarya. Meskipun begitu, GIGI terus berusaha untuk bangkit dan melanjutkan perjalanan musik mereka, meskipun harus menghadapi berbagai rintangan. Perjalanan mereka di dunia musik tidak hanya dipenuhi dengan kesuksesan, tetapi juga dengan perjuangan yang mengajarkan arti ketahanan dan kerja keras.
Berhenti sejenak dari aktivitas yang sedang dilakukan
Kondisi yang dialami Thomas membuatnya kesulitan untuk menjalani proses rekaman dan tampil di pertunjukan dengan maksimal. Akibatnya, posisi Thomas di panggung terpaksa digantikan oleh Opet Alatas, yang sebelumnya menjabat sebagai teknisi bas Thomas. Pada bulan Mei 1996, Thomas memutuskan untuk mengundurkan diri dari band Gigi. Ronald, salah satu anggota band lainnya, juga ikut mundur karena merasa tidak nyaman akibat konflik personal yang terjadi dengan anggota lainnya.
Untungnya, Thomas berhasil mengatasi ketergantungan obat-obatan yang selama ini mengganggu hidupnya. Setelah pulih, ia kembali bergabung dengan Gigi, mengambil alih posisi Opet yang telah mengundurkan diri, dan merilis album berjudul Baik pada tahun 1999. Di sisi lain, Gusti Hendy mulai bergabung dengan band ini sejak tahun 2004, menambah kekuatan dan dinamika grup musik tersebut.
Album "Forever in the Air" dari Gigi
Gigi baru saja meluncurkan album terbaru mereka yang berjudul Forever in the Air pada akhir tahun 2025. Menurut laporan dari Antara, album ini menjadi tonggak penting bagi GIGI setelah sepuluh tahun tidak merilis album penuh. Armand Maulana, salah satu anggota band, menyatakan, "Pas Forever In The Air udah jadi itu, maknanya ternyata tidak sadar bahwa temen gue di GIGI berikut gue itu udah bernafas setiap detik bareng." Ia menambahkan, "Menurut gue kalau empat personel ini chemistry-nya tidak berpuluh-puluh tahun, itu nggak akan mungkin terjadi." Pernyataan tersebut menunjukkan betapa kuatnya ikatan antar anggota band, yang telah terjalin selama bertahun-tahun.
Album ke-25 ini, menurut Armand, mencerminkan keseharian mereka sebagai grup. Ia menjelaskan, "Maknanya tuh si album ini dibalikin ke berempat itu udah kayak keseharian," yang menunjukkan bahwa setiap lagu dalam album ini merupakan hasil kolaborasi yang mendalam dan alami antara para anggota. Dengan hadirnya album ini, GIGI berharap dapat kembali menghibur penggemar setia mereka setelah sekian lama tidak merilis karya baru. Album ini diharapkan dapat diterima dengan baik oleh para pendengar dan menjadi bagian dari perjalanan musik GIGI yang penuh warna.