Fantastis! 749.423 Petir dan 136 Gempa Tercatat Guncang Jabar dalam Sebulan
Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung, Edi Wibowo, menjelaskan bahwa pihaknya mencatat ada 749.423 kejadian petir di wilayah Jawa Barat.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Bandung mencatat tingginya aktivitas cuaca ekstrem dan kegempaan di Jawa Barat sepanjang Mei 2026.
Dalam periode tersebut, ratusan ribu sambaran petir serta ratusan kejadian gempa bumi terekam terjadi di berbagai wilayah, menunjukkan meningkatnya dinamika kondisi alam yang perlu diwaspadai masyarakat.
Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung, Edi Wibowo, menjelaskan bahwa pihaknya mencatat ada 749.423 kejadian petir di wilayah Jawa Barat selama periode Mei 2026.
Sambaran Petir
Puncak sambaran petir terjadi pada pekan pertama dengan total 451.378 kejadian. Sementara itu, grafik menurun drastis pada pekan kelima dengan angka nol kejadian.
"Berdasarkan data kejadian petir yang diperoleh, sambaran petir tertinggi terjadi di Kabupaten Cianjur, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Sumedang," kata Edi melalui keterangan tertulis yang diterima pada Senin (1/6).
Meski angka sambaran petir terbilang tinggi, Edi meminta masyarakat untuk tidak panik. "BMKG mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," tegasnya.
Gempa Terkuat di Pangandaran
Selain fenomena petir, BMKG Stasiun Geofisika Bandung juga mencatat adanya 136 kali gempa yang mengguncang sejumlah wilayah di Jawa Barat dan sekitarnya selama bulan Mei 2026.
Jika dirinci berdasarkan kedalamannya, gempa tersebut terdiri dari 121 kejadian gempa dangkal dan 15 kejadian gempa menengah. Sementara berdasarkan kekuatannya, magnitudo terbesar tercatat pada angka 4,6 dan terkecil pada angka 0,8.
"Berdasarkan letak hiposenternya, terjadi 65 gempa bumi yang berpusat di laut Selatan Jawa, sedangkan 71 kejadian gempa bumi lainnya berpusat di darat," ucap Edi.
Dari total 136 kejadian, terdapat 11 gempa yang getarannya dirasakan langsung oleh masyarakat. Salah satu yang paling kuat adalah gempa berkekuatan Magnitudo 4,6 di Kabupaten Pangandaran pada 21 Mei 2026.
"Gempa bumi ini dirasakan di Tasikmalaya, Garut, dan Ciamis," papar Edi.
Ke depannya, BMKG meminta masyarakat Jawa Barat untuk selalu waspada dan berhati-hati terhadap dampak kerusakan yang mungkin ditimbulkan oleh aktivitas kegempaan.
"Masyarakat diimbau untuk menghindari bangunan-bangunan retak atau rusak kondisinya yang sudah rentan roboh diakibatkan oleh gempa bumi," katanya.