Fakta Unik: Rentetan Gempa Sukabumi Bogor Guncang 12 Kali dalam Semalam, BMKG Rilis Data Terkini

Rentetan Gempa Sukabumi Bogor dengan magnitudo hingga 4.0 mengguncang wilayah tersebut dalam semalam, memicu kekhawatiran warga. BMKG merilis detail guncangan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Unik: Rentetan Gempa Sukabumi Bogor Guncang 12 Kali dalam Semalam, BMKG Rilis Data Terkini
Rentetan Gempa Sukabumi Bogor dengan magnitudo hingga 4.0 mengguncang wilayah tersebut dalam semalam, memicu kekhawatiran warga. BMKG merilis detail guncangan. (Merdeka.com)

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan terjadinya rentetan gempa bumi yang mengguncang wilayah Sukabumi dan Bogor, Jawa Barat. Peristiwa ini berlangsung sejak Sabtu (20/9) malam hingga Minggu (21/9) dini hari, memicu kewaspadaan masyarakat setempat. Guncangan tercatat bervariasi, mulai dari magnitudo 2,2 hingga 4,0.

Rangkaian kejadian gempa Sukabumi Bogor ini diawali dengan guncangan berkekuatan 4,0 magnitudo di Sukabumi pada Sabtu pukul 23.47 WIB. Pusat gempa berada sekitar 25 kilometer timur laut Sukabumi dengan kedalaman 10 kilometer. Informasi ini dirilis secara resmi oleh akun BMKG di Jakarta.

Sejumlah gempa susulan kemudian menyusul di kedua wilayah tersebut, menciptakan kekhawatiran di kalangan warga. Meskipun demikian, hingga berita ini disusun, belum ada laporan mengenai kerusakan signifikan akibat rentetan gempa ini. BMKG terus memantau perkembangan situasi terkini.

Rentetan gempa yang mengguncang Sukabumi diawali dengan guncangan utama berkekuatan 4,0 magnitudo pada Sabtu, 20 September, pukul 23.47 WIB. Gempa ini berpusat di koordinat 6.76 lintang selatan dan 106.57 bujur timur. Lokasinya berada sekitar 25 kilometer timur laut Sukabumi, Jawa Barat, dengan kedalaman hiposenter 10 kilometer.

Setelah guncangan awal tersebut, wilayah Sukabumi mengalami serangkaian gempa susulan. Kekuatan gempa susulan ini bervariasi, meliputi magnitudo 2,3, 2,5, 2,6, dan 3,8. Kejadian gempa Sukabumi ini berlangsung secara beruntun mulai Minggu dini hari, pukul 00.00 hingga 01.59 WIB.

Data dari BMKG menunjukkan bahwa aktivitas seismik di Sukabumi cukup aktif dalam rentang waktu singkat tersebut. Meskipun magnitudo gempa susulan lebih kecil, frekuensi kejadiannya cukup tinggi, yang dapat menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat.

Tidak hanya Sukabumi, wilayah Bogor, Jawa Barat, juga turut merasakan dampak rentetan gempa bumi ini. Guncangan di Bogor dimulai pada Minggu, 21 September, pukul 00.18 WIB dengan kekuatan 2,2 magnitudo. Selanjutnya, gempa susulan terus terjadi dengan magnitudo yang bervariasi.

Beberapa gempa Bogor yang tercatat antara lain pukul 00.22 WIB berkekuatan 2,7 magnitudo, pukul 01.45 WIB dengan 2,5 magnitudo, pukul 01.47 WIB dengan 3,1 magnitudo, dan terakhir pukul 01.59 WIB dengan kekuatan 3,8 magnitudo. Rangkaian gempa ini menunjukkan adanya aktivitas seismik yang signifikan di wilayah tersebut.

Kekhawatiran warga terekam dalam sebuah video yang diunggah oleh akun TikTok bernama Deiffan. Warganet tersebut memvideokan momen gempa dengan narasi, "Hati-hati banget untuk warga Kabupaten Bogor hari ini." Dalam video tersebut, ia juga menambahkan, "Jam 01.59 (WIB) udah beberapa kali gempa, sampe ini gempa yang ke-12 kali," yang menggambarkan frekuensi tinggi rentetan gempa Sukabumi Bogor yang dirasakan.

BMKG secara aktif memantau dan melaporkan setiap kejadian gempa yang terjadi di Sukabumi dan Bogor. Informasi resmi dari BMKG menyatakan bahwa gempa-gempa ini terasa hingga ke daerah Pelabuhan Ratu, menunjukkan cakupan dampak yang cukup luas dari rentetan gempa tersebut. Kecepatan informasi dari BMKG sangat penting untuk kewaspadaan masyarakat.

Meskipun intensitas dan frekuensi gempa cukup tinggi, hingga berita ini disusun, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan infrastruktur atau korban jiwa. Situasi ini menunjukkan bahwa guncangan yang terjadi, meskipun terasa, belum menyebabkan dampak destruktif yang parah.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada, serta selalu merujuk pada informasi resmi yang dikeluarkan oleh BMKG. Pemantauan berkelanjutan terhadap aktivitas seismik di wilayah Jawa Barat terus dilakukan untuk memastikan keamanan dan memberikan informasi terkini kepada publik.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi