Begini Cara Manusia Purba Hilangkan Nyeri Sakit Gigi
Untuk memastikan dugaan tersebut, tim peneliti merekonstruksi proses pengeboran menggunakan alat batu prasejarah pada gigi manusia modern.
Para arkeolog menemukan bukti mengejutkan manusia purba Neanderthal. Mereka diperkirakan telah melakukan perawatan gigi sekitar 59.000 tahun lalu. Temuan itu berasal dari Gua Chagyrskaya di Siberia selatan, Rusia.
Mengutip IFLScience, Kamis (14/5/2026), peneliti dari Russian Academy of Sciences menemukan gigi geraham Neanderthal dengan lubang dalam di bagian tengah. Diduga itu akibat alat batu tajam.
Untuk memastikan dugaan tersebut, tim peneliti merekonstruksi proses pengeboran menggunakan alat batu prasejarah pada gigi manusia modern.
“Temuan kami menunjukkan kecocokan yang jelas,” kata peneliti Lydia Zotkina. “Pengeboran pada bagian gigi yang rusak menggunakan alat batu tipis dan tajam terbukti efektif untuk mengangkat jaringan gigi yang terinfeksi,” terangnya.
Perawatan Gigi Paling Tua
Peneliti menilai tindakan itu merupakan bentuk perawatan gigi paling tua yang pernah ditemukan. Sebelumnya, bukti arkeologis tertua tentang praktik kedokteran gigi berasal dari gigi manusia berusia 14.000 tahun di Italia.
Artinya, temuan baru ini memundurkan sejarah praktik perawatan gigi sekitar 40.000 tahun lebih awal.
Menurut peneliti, bekas aus pada gigi menunjukkan Neanderthal tersebut tetap menggunakan giginya setelah prosedur dilakukan, menandakan operasi itu berhasil dan dilakukan saat individu masih hidup.
Gua Chagyrskaya berada di Pegunungan Altai, wilayah yang juga dikenal sebagai lokasi penemuan manusia Denisovan dan berbagai fosil Neanderthal lain.
Arkeolog Ksenia Kolobova mengatakan Neanderthal datang ke kawasan Altai sekitar 70.000 hingga 60.000 tahun lalu dari Eropa Tengah dan Timur.
“Analisis alat batu dan studi paleogenetik menunjukkan Neanderthal di Gua Chagyrskaya memiliki hubungan sangat dekat dengan kelompok budaya Micoquian yang hidup di Kaukasus dan Krimea,” ujarnya.