Sorot
{{caption}}
Kronologi Pendi Tewas Ditembak Tetangga Gara-Gara Undangan Sunat

{{caption}}
Polisi Tewas Saat Operasi Narkoba di Kalteng, 2 Personel Hilang

{{caption}}
Gara-gara Undangan Sunat, Pendi Tewas Ditembak Tetangga

{{caption}}
Polisi Kerahkan 3 Peleton Pasukan ke Lokasi Pesawat Dibakar KKB

{{caption}}
Kebut Digitalisasi Pembelajaran, Pemerintah Targetkan 16.557 Sekolah Terkoneksi Internet di 2026

{{caption}}
Motif KKB Bakar Pesawat Pembawa Kemanusiaan di Yahukimo

Topik Terkait
{{caption}}
Nilai Tukar Rupiah Sentuh Rp18.200 per Dolar AS Pagi Ini

Nilai tukar rupiah mencapai Rp 18.200 per dolar AS pada Selasa pagi. Para analis memprediksi bahwa pelemahan ini akan berlanjut hingga mencapai Rp 19.000.

{{caption}}
Pengamat Prediksi Nilai Tukar Rupiah Bisa Tembus Rp19.000 per USD Akhir Juni 2026

Menurut Ibrahim, tekanan terhadap rupiah saat ini berasal dari kombinasi faktor eksternal dan domestik yang membuat investor semakin berhati-hati.

{{caption}}
Bank Indonesia Buka Suara Soal Rupiah Sentuh Rp18.000

Bank Indonesia menyebut pelemahan rupiah hingga Rp18.000 per dolar AS masih sejalan dengan mata uang regional dan dipicu faktor global.

{{caption}}
Kurs Rupiah Makin Loyo, Kini Nyaris Menyentuh Level Rp18.000 per USD

Pelemahan rupiah dipengaruhi kombinasi faktor eksternal dan internal yang meningkatkan permintaan dolar AS di pasar.

{{caption}}
Rupiah Makin Mendekati Rp 18.000, Begini Respon BI

Menurut BI, nilai tukar rupiah masih dipengaruhi oleh berlanjutnya ketidakpastian global akibat perkembangan konflik di Timur Tengah.

{{caption}}
Rupiah Kian Melemah, Level Rp18.000 per Dolar AS di Depan Mata

Tekanan eksternal akibat memanasnya konflik geopolitik di Timur Tengah dan Eropa Timur disebut menjadi pemicu utama pelemahan mata uang Rupiah.

{{caption}}
Nilai Tukar Rupiah Diprediksi Bakal Tembus Rp18.000 per USD dalam Waktu Dekat, Ini Penyebabnya

Ibrahim memprediksi pasca libur Idul Adha rupiah berpotensi menyentuh Rp17.900 hingga penutupan perdagangan sore hari ini Kamis 28 Mei 2026.

{{caption}}
Rupiah Tertekan hingga Rp17.870, Ekonom Nilai BI Kewalahan Stabilkan Rupiah

Pada perdagangan hari ini, rupiah disebut telah melemah sekitar 70 poin ke level Rp17.870 per dolar Amerika Serikat (AS).

{{caption}}
Nilai Tukar Rupiah Diprediksi Bisa Tembus Rp18.000 per USD, Ini Sejumlah Penyebabnya

Pelemahan mata uang rupiah dipicu kombinasi sentimen global yang memburuk, lonjakan harga minyak dunia, hingga terbatasnya ruang intervensi.

{{caption}}
Kurs Rupiah Merosot ke Level Rp17.794 per USD, Pengamat Ungkap Biang Keroknya

Pelemahan ini dipicu kombinasi sentimen eksternal yang memburuk, mulai dari meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah hingga lonjakan harga minyak.

{{caption}}
Dipicu Konflik Timur Tengah, Nilai Tukar Rupiah Terus Melemah Hingga Sentuh Level Rp17.728 per USD

Pelemahan rupiah dipicu dampak dari konflik Timur Tengah yang merembet ke harga minyak mentah dan inflasi AS.

{{caption}}
Nilai Tukar Rupiah Hari Ini, 15 Mei 2026 Sentuh 17.600 per Dolar AS

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mencapai angka 17.600 pada pagi hari Jumat, 15 Mei 2026.

{{caption}}
Kurs Rupiah Diprediksi Menguat Tipis Hari Ini, Dipicu Kesepakatan AS-Iran untuk Hentikan Perang

Kondisi ini memungkinkan lalu lintas melalui Selat Hormuz untuk dimulai kembali, sehingga meredakan kekhawatiran pasokan dan harga minyak.

{{caption}}
Kurs Rupiah Ditutup Melemah Hari Ini, Sentuh Level Rp17.843 per USD

Faktor yang mempengaruhi pelemahan rupiah yakni sentimen pasar terguncang setelah Presiden AS Donald Trump memperingatkan Iran tentang potensi aksi militer.

{{caption}}
Rupiah Diproyeksi Bergerak Melemah Pekan Depan, Masih Dibayangi Catatan MSCI

Adapun pada perdagangan Jumat (19/6), rupiah ditutup melemah tipis 7 poin menjadi Rp17.801 per USD dari posisi sebelumnya Rp17.794 per USD.

{{caption}}
IBC Ingatkan Stabilitas Rupiah Perlu Ditopang Kredibilitas Kebijakan Makro

Sebagai small open economy, Indonesia tidak dapat sepenuhnya melepaskan kebijakan moneternya dari dinamika global.

{{caption}}
IHSG Dibuka Menguat ke Level 6.321 Pagi Ini, Rupiah Justru Melemah ke Rp17.738 per USD

Sedangkan, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 5,46 poin atau 0,87 persen ke posisi 630,14.

{{caption}}
Rupiah Diprediksi Menguat Hari Ini ke Level Rp17.728 per USD, Ini Faktor Penopangnya

Proyeksi tersebut muncul setelah tekanan terhadap dolar AS mulai mereda akibat meningkatnya optimisme pelaku pasar terhadap stabilitas geopolitik global.

{{caption}}
TPID Bitung Perkuat Strategi 4K Jaga Inflasi Daerah Tetap Terkendali

Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Bitung secara konsisten menerapkan Strategi 4K untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan pasokan, menjaga inflasi tetap terkendali di Kota Bitung.

{{caption}}
BI Perkuat Kedaulatan Rupiah di Perbatasan Entikong Melalui Lentera Batas Negeri 2026

Bank Indonesia terus mengukuhkan Kedaulatan Rupiah di Perbatasan Indonesia-Malaysia, khususnya di Entikong, melalui program Lentera Batas Negeri 2026 yang menjangkau masyarakat 3T dan mendorong ekonomi lokal.

{{caption}}
Harga Pangan Strategis di Minggu Pagi: Bawang Merah dan Daging Ayam Capai Level Tertentu

Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional Bank Indonesia merilis data terkini harga pangan strategis di pasar eceran, menunjukkan bawang merah dan daging ayam mencapai level tertentu di Minggu pagi. Simak detail harga komoditas lainnya yang.

{{caption}}
Update Terkini Harga Pangan Strategis: Telur Ayam dan Bawang Merah Stabil Tinggi di Sabtu Pagi

Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional merilis data terbaru harga pangan strategis, menunjukkan telur ayam dan bawang merah tetap tinggi pada Sabtu pagi. Simak rinciannya!

{{caption}}
BI dan Pemkot Bitung Perkuat Sinergi Jaga Daya Beli Masyarakat, Fokus Pengendalian Inflasi Bitung

Bank Indonesia dan Pemerintah Kota Bitung terus bersinergi menjaga daya beli masyarakat melalui upaya Pengendalian Inflasi Bitung, terutama komoditas pangan yang fluktuatif demi stabilitas ekonomi daerah.

{{caption}}
BI Rate Naik Jadi 5,75%, Begini Dampaknya bagi Industri Asuransi

OJK berpendapat bahwa selain BI Rate, kinerja investasi juga sangat dipengaruhi oleh keadaan keuangan yang ada.