Jaga Stabilitas Harga, Sekda Sulbar Ajak Masyarakat Tidak Berlebihan Rayakan Inflasi Idul Adha Sulbar

Menjelang Idul Adha 1447 Hijriah, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat Junda Maulana mengajak masyarakat merayakan hari raya tanpa berlebihan demi menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi Idul Adha Sulbar.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Jaga Stabilitas Harga, Sekda Sulbar Ajak Masyarakat Tidak Berlebihan Rayakan Inflasi Idul Adha Sulbar
Menjelang Idul Adha 1447 Hijriah, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat Junda Maulana mengajak masyarakat merayakan hari raya tanpa berlebihan demi menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi Idul Adha Sulbar. (AntaraNews)

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Junda Maulana, mengimbau masyarakat untuk tidak berlebihan dalam merayakan Idul Adha 1447 Hijriah atau tahun 2026. Imbauan ini disampaikan guna menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan mengendalikan laju inflasi di daerah tersebut. Junda Maulana menekankan pentingnya peran serta seluruh elemen masyarakat dalam mendukung upaya pemerintah.

Pernyataan tersebut disampaikan Junda Maulana saat membuka kegiatan Refreshment Gerakan Bersama Jaga Inflasi (Gerai) Sulbar di Mamuju pada Selasa, 6 Mei. Acara ini merupakan kolaborasi antara Bank Indonesia, Pemerintah Provinsi Sulbar, dan Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulbar. Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk mengantisipasi potensi lonjakan harga yang kerap terjadi menjelang hari besar keagamaan.

Junda Maulana berharap para dai dapat menjadi jembatan informasi yang efektif di tengah masyarakat. Pesan sederhana namun berdampak, yakni merayakan Idul Adha secara tidak berlebihan, diharapkan dapat tersampaikan luas. Komunikasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat dinilai krusial untuk keberhasilan program pengendalian inflasi ini.

Peran Dai dan Komunikasi Efektif Jaga Inflasi Idul Adha

Junda Maulana secara khusus meminta para dai di Sulawesi Barat untuk berperan aktif sebagai jembatan informasi bagi pemerintah. Mereka diharapkan dapat mengajak masyarakat merayakan Idul Adha 1447 Hijriah tanpa berlebihan. "Saya berharap para dai bisa menjadi jembatan informasi di tengah masyarakat. Pesan yang disampaikan diharapkan sederhana namun berdampak, yakni mengajak masyarakat merayakan Idul Adha secara tidak berlebihan," kata Junda Maulana di Mamuju, Selasa.

Pentingnya komunikasi yang sederhana namun berdampak menjadi fokus utama dalam upaya menjaga stabilitas harga. Momentum hari besar keagamaan seringkali diikuti kenaikan harga kebutuhan, sehingga peran berbagai pihak, termasuk para dai, sangat dinilai penting. Edukasi kepada masyarakat mengenai konsumsi yang bijak diharapkan dapat menekan permintaan berlebihan.

Peran para dai tidak hanya terbatas pada momen Idul Adha, tetapi diharapkan berkelanjutan dalam memberikan advokasi dan penjelasan terkait inflasi. "Sebenarnya peran ini tidak hanya sampai di sini. Kita berharap sustainable, para dai ini bukan hanya momentumnya ini, tapi dimana-mana juga memberikan advokasi penjelasan kepada masyarakat berkaitan inflasi," ujar Junda Maulana. Hal ini menunjukkan komitmen jangka panjang dalam menjaga perekonomian daerah.

Strategi Pemerintah dan Kondisi Inflasi Terkini di Sulbar

Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat telah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk menjaga ketersediaan komoditas dan mendukung transportasi. Langkah-langkah ini bertujuan memastikan pasokan barang tetap lancar dan harga terkendali menjelang Idul Adha. Namun, komunikasi kepada masyarakat tetap menjadi aspek yang krusial dalam implementasi kebijakan ini.

Junda Maulana menegaskan bahwa upaya pemerintah tidak akan sukses tanpa dukungan penuh dari masyarakat. "Karena kita sudah melakukan bagaimana penyediaan komoditas, kemudian transportasi keterjangkauan dan lain sebagainya. Tapi tinggal satu, yaitu bagaimana komunikasi, karena apa pun yang dilakukan pemerintah, kalau masyarakatnya tidak mendukung maka tidak akan sukses," jelasnya. Partisipasi aktif warga sangat dibutuhkan untuk mencapai tujuan bersama.

Selain itu, distribusi daging kurban juga diharapkan dapat lebih merata, terutama kepada masyarakat kurang mampu. Distribusi yang merata ini penting untuk menghindari lonjakan permintaan di pasar yang dapat memicu kenaikan harga. Dengan demikian, semangat berbagi di Idul Adha dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga stabilitas ekonomi.

Sekda juga memastikan kondisi inflasi di Sulbar saat ini masih terkendali, berada di level 1,6 persen. Angka ini masih dalam batas normal yang diharapkan pemerintah. "Sulbar masih dalam batas normal karena inflasi yang bagus itu ada 2,5 persen plus minus satu persen. Kita di angka 1,6, artinya masih di atas batas bawah yaitu 1,5 persen. Itu yang kita perlu jaga," kata Junda Maulana. Kondisi ini menunjukkan keberhasilan awal dalam mengelola tekanan harga.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi