PKK Berau Gencarkan Pemberdayaan Keluarga untuk Turunkan Tengkes
Tim Penggerak PKK Kabupaten Berau aktif memberdayakan keluarga untuk menurunkan prevalensi tengkes di wilayahnya, menargetkan angka 18,4 persen pada tahun 2026.
Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, menunjukkan komitmen kuat dalam upaya penurunan prevalensi tengkes di daerahnya. Mereka berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk mencapai target penurunan signifikan. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
PKK Berau menargetkan penurunan prevalensi tengkes dari 21,7 persen pada tahun 2025 menjadi 18,4 persen pada tahun 2026. Strategi utama yang diusung adalah melalui pemberdayaan keluarga di berbagai tingkatan. Ketua TP PKK Kabupaten Berau, Sri Aslinda, menekankan peran strategis organisasi ini dalam mendukung percepatan penurunan stunting.
Pemberdayaan masyarakat berbasis keluarga ini mengacu pada 10 Program Pokok PKK yang disesuaikan dengan potensi lokal. Program-program tersebut mencakup kecamatan, kelurahan, hingga kampung. Fokus utamanya adalah pada penurunan tengkes dan peningkatan kesejahteraan ekonomi keluarga di Kabupaten Berau.
Strategi Pemberdayaan Keluarga untuk Atasi Tengkes
Dalam upaya mengatasi tengkes, PKK Berau mengimplementasikan berbagai program yang berpusat pada kesehatan dan gizi keluarga. Salah satu fokus utama adalah pembinaan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) anak. Edukasi intensif diberikan kepada ibu hamil, termasuk pemberian tablet tambah darah secara rutin.
Selain itu, PKK Berau juga menggalakkan pemberian ASI eksklusif dan asupan makanan bergizi seimbang untuk bayi dan balita. Optimalisasi Posyandu menjadi kunci dengan melakukan penimbangan rutin serta imunisasi lengkap. Pemantauan tumbuh kembang balita dan deteksi dini tengkes juga menjadi prioritas utama.
Gerakan keluarga sadar gizi juga digalakkan melalui inisiatif seperti masak menu lokal bergizi dengan bahan dasar ikan, pisang, dan sayur. Sosialisasi budaya makan beragam, seimbang, dan aman terus dilakukan di tengah masyarakat. Pentingnya jamban sehat dan sanitasi yang baik juga menjadi bagian integral dari edukasi PKK Berau.
Inovasi Program Unggulan PKK Berau
PKK Berau tidak hanya fokus pada aspek gizi dan kesehatan, tetapi juga memberdayakan ekonomi keluarga melalui berbagai pembinaan. Pelatihan kerajinan, pengolahan hasil laut atau pertanian, hingga teknik pengemasan makanan diberikan untuk meningkatkan pendapatan. Program ini diharapkan dapat menciptakan kemandirian ekonomi keluarga.
Organisasi ini juga memiliki program unggulan yang menjangkau wilayah terpencil, yaitu PKK Masuk Pulau. Program ini bertujuan untuk memberikan pembinaan khusus di kawasan seperti Pulau Maratua, Derawan, Kakaban, dan Biduk-Biduk. Dengan demikian, informasi dan bantuan dapat merata hingga ke pelosok daerah.
Dua program inovatif lainnya adalah Dasa Wisma Siaga dan Genting (Gerakan Orang Tua Cegah Stunting). Dasa Wisma Siaga menjadikan setiap kelompok dasa wisma sebagai pusat data dan pembinaan langsung ke rumah warga. Sementara itu, Program Genting melibatkan kemitraan PKK dengan perusahaan untuk membina keluarga yang berisiko stunting.
Sinergi dan Peningkatan Kapasitas Kader PKK
Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 pada Kamis, 21 Mei 2026, menjadi momentum penting bagi PKK Berau. Acara yang diselenggarakan di Tanjung Redeb ini memperkuat sinergi dan peran strategis PKK dalam pembangunan daerah. Ketua TP PKK Kabupaten Berau, Sri Aslinda, menegaskan kembali komitmen tersebut.
Aslinda mengajak seluruh kader PKK untuk bersama-sama meningkatkan kapasitas dan kualitas diri. Peningkatan ini krusial dalam menjalankan tugas pembinaan kepada masyarakat secara efektif. Kader yang berkualitas akan mampu memberikan bimbingan yang tepat sasaran.
Dengan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) kader, diharapkan pembinaan yang dilakukan dapat menciptakan keluarga yang lebih sejahtera. Sinergi antara PKK, pemerintah daerah, dan berbagai pihak lain menjadi kunci keberhasilan dalam mencapai target penurunan tengkes di Kabupaten Berau.
Sumber: AntaraNews