Gubernur Sulteng: Transmigrasi Tinombala Raya Bukti Nyata Keberhasilan Pembangunan Daerah
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menegaskan Transmigrasi Tinombala Raya di Parigi Moutong sebagai bukti kesuksesan program transmigrasi. Simak bagaimana kawasan ini bertransformasi menjadi pusat produktif dan peran program '9 Berani' Pemprov Sulteng.
Palu, Merdeka.com – Kawasan Transmigrasi Tinombala Raya di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, menjadi sorotan utama sebagai model keberhasilan program transmigrasi. Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menyatakan bahwa perkembangan kawasan ini adalah bukti nyata dari upaya keras dalam membangun daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pernyataan ini disampaikan dalam perayaan Dirgahayu ke-50 Transmigrasi Unit III Giri Mulyo Tinombala Raya.
Acara penting tersebut berlangsung di Desa Tinombala, Kecamatan Ongka Malino, Kabupaten Parigi Moutong, pada Minggu, 7 Juni 2026. Gubernur Anwar Hafid menggarisbawahi bahwa kemajuan yang terlihat saat ini merupakan hasil perjuangan gigih para pelopor transmigrasi. Mereka datang dengan berbagai keterbatasan, namun berhasil mengubah wilayah ini menjadi kawasan produktif.
Keberhasilan Transmigrasi Tinombala Raya tidak hanya mencerminkan ketekunan masyarakat, tetapi juga dukungan berkelanjutan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Pemerintah provinsi melalui berbagai program unggulannya terus berkomitmen untuk mengakselerasi pembangunan di seluruh wilayah, termasuk di kawasan transmigrasi ini. Hal ini menunjukkan sinergi antara kerja keras warga dan kebijakan pemerintah dalam mencapai kemajuan.
Perjalanan Panjang Transmigrasi Tinombala Raya Menuju Kemandirian
Perjalanan Transmigrasi Tinombala Raya selama lima dekade merupakan kisah inspiratif tentang transformasi. Dari lahan yang semula terbatas, kawasan ini kini telah menjelma menjadi wilayah produktif dengan beragam komoditas unggulan. Gubernur Anwar Hafid menekankan bahwa 'perjuangan yang sangat keras pasti berhasil', dan Tinombala Raya adalah manifestasi dari filosofi tersebut.
Kemajuan yang dinikmati masyarakat saat ini adalah buah dari kerja keras, ketekunan, dan semangat pantang menyerah para pelopor transmigrasi. Mereka adalah generasi awal yang datang dengan harapan membangun kehidupan baru di tanah yang asing. Dengan segala keterbatasan, mereka membuka lahan, membangun permukiman, dan mengembangkan sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi.
Kawasan ini tidak hanya menjadi contoh keberhasilan program transmigrasi dalam pemerataan penduduk, tetapi juga dalam menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru. Tinombala Raya membuktikan bahwa transmigrasi dapat menjadi motor penggerak pembangunan wilayah. Ini mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian lokal dan nasional.
Program Unggulan Pemprov Sulteng: '9 Berani' Dorong Kesejahteraan
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Anwar Hafid memiliki sejumlah program unggulan yang dikenal dengan sebutan “9 Berani”. Program-program ini dirancang untuk menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat dan mendorong pembangunan berkelanjutan. Program ini bukan sekadar slogan, melainkan aksi nyata berdasarkan pengalaman dan kebutuhan rakyat.
Salah satu pilar utama adalah Program Berani Cerdas, yang memastikan tidak ada lagi pungutan di SMA, SMK, dan SLB negeri. Program ini juga mencakup dukungan biaya praktik kerja industri dan uji kompetensi bagi siswa SMK. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas dan akses pendidikan, serta memastikan tidak ada anak yang putus sekolah karena biaya.
Di sektor kesehatan, Program Berani Sehat memungkinkan masyarakat memperoleh layanan kesehatan hanya dengan menggunakan kartu tanda penduduk (KTP). Hingga awal Juni 2026, lebih dari 181 ribu warga Sulawesi Tengah telah merasakan manfaat program ini, termasuk mereka yang kepesertaan BPJS-nya tidak aktif. Program ini juga mencakup upaya untuk mencapai Universal Health Coverage (UHC).
Selain itu, pemerintah provinsi juga berkomitmen mendukung pembangunan dan peningkatan jalan desa maupun jalan kabupaten melalui Program Berani Lancar. Hal ini bertujuan memperkuat konektivitas antarwilayah. Program Berani Menyala dan Berani Berdering menargetkan seluruh desa dan dusun di Sulawesi Tengah menikmati akses listrik dan internet pada tahun 2029.
Di bidang pertanian, pemerintah provinsi fokus pada peningkatan produktivitas melalui Program Berani Panen Raya. Program ini mencakup bantuan alat dan mesin pertanian, sistem brigade pertanian, serta perbaikan jaringan irigasi. Gubernur Anwar Hafid juga mendorong hilirisasi komoditas unggulan daerah untuk meningkatkan nilai tambah dan pendapatan petani.
Akselerasi Pembangunan Infrastruktur dan Digitalisasi di Sulawesi Tengah
Peningkatan infrastruktur dan akses digital menjadi prioritas utama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan kualitas hidup masyarakat. Melalui Program Berani Lancar, Pemprov Sulteng berupaya keras untuk membangun dan memperbaiki 1.000 kilometer jalan desa. Ini akan memperkuat aksesibilitas dan mobilitas warga di pedalaman.
Target ambisius juga ditetapkan untuk pemerataan akses listrik dan internet di seluruh pelosok Sulawesi Tengah. Program Berani Menyala dan Berani Berdering menargetkan agar pada tahun 2029, tidak ada lagi desa atau dusun yang terisolasi dari listrik dan konektivitas digital. Ini merupakan langkah strategis untuk mengurangi kesenjangan digital dan mendorong kemajuan daerah.
Upaya ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai fondasi utama kemajuan daerah. Pembangunan infrastruktur yang merata dan akses digital yang luas diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang ekonomi. Selain itu, hal ini juga akan meningkatkan daya saing masyarakat Sulawesi Tengah di era modern.
Sumber: AntaraNews