Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Suhardi Duka menyatakan bahwa program transmigrasi merupakan investasi terbaik bagi pembangunan daerah saat ini. Pernyataan ini disampaikan Suhardi Duka dalam rapat bersama para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemerintah Provinsi Sulbar yang berlangsung di Mamuju. Beliau menekankan pentingnya transmigrasi sebagai strategi pembangunan yang efektif.
Suhardi Duka menjelaskan bahwa skema transmigrasi yang diterapkan pemerintah saat ini sangat berbeda dibandingkan puluhan tahun lalu, dengan memberikan manfaat yang jauh lebih besar bagi masyarakat lokal. Perubahan skema ini dirancang untuk lebih berpihak kepada daerah penerima transmigrasi. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjadikan transmigrasi sebagai program yang inklusif.
Program transmigrasi modern ini menerapkan komposisi 50 persen transmigran lokal dan 50 persen transmigran dari luar daerah, sehingga peluang bagi masyarakat Sulbar, khususnya keluarga miskin, menjadi jauh lebih besar. Selain itu, transmigrasi juga didukung dengan penyediaan lahan, infrastruktur dasar, serta fasilitas pendukung kehidupan masyarakat. Ini menjadikan transmigrasi solusi nyata untuk meningkatkan kesejahteraan dan mengentaskan kemiskinan di Sulbar.
Advertisement
Advertisement
Gubernur Suhardi Duka membandingkan pola transmigrasi di masa lalu dengan skema yang berlaku saat ini, menyoroti pergeseran signifikan dalam keberpihakan terhadap masyarakat lokal. Dahulu, masyarakat lokal hanya memperoleh sekitar 15 persen kuota transmigrasi, bahkan sebagian besar diisi oleh transmigran dari provinsi lain, seperti Kabupaten Gowa dan Bone di Sulawesi Selatan. Kondisi tersebut membuat daerah penerima hanya mendapatkan sedikit kepala keluarga dari wilayahnya sendiri.
Namun, dengan skema terbaru, komposisi transmigran diatur menjadi 50 persen lokal dan 50 persen dari luar daerah. Perubahan ini secara drastis meningkatkan peluang bagi warga Sulawesi Barat, terutama keluarga miskin, untuk mengikuti program transmigrasi. Skema 50:50 ini memastikan pemerataan kesempatan dan pemberdayaan masyarakat setempat dalam program pembangunan ini.
Pola baru ini merupakan upaya pemerintah untuk menjadikan transmigrasi sebagai instrumen pembangunan yang lebih adil dan merata. Dengan demikian, program ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana pemerataan penduduk, tetapi juga sebagai pendorong peningkatan kesejahteraan ekonomi bagi penduduk asli daerah transmigrasi. Hal ini sejalan dengan visi pembangunan berkelanjutan yang inklusif.
Advertisement
Advertisement
Suhardi Duka menegaskan bahwa transmigrasi merupakan investasi besar dari negara, mengingat dukungan yang diberikan mencakup penyediaan lahan, infrastruktur dasar, serta berbagai fasilitas pendukung kehidupan masyarakat. Fasilitas yang disediakan dalam program transmigrasi sangat besar, meliputi rumah, lahan usaha, sarana pendidikan, kesehatan, hingga akses jalan. Ini bertujuan untuk menciptakan kawasan transmigrasi yang mandiri dan produktif.
Dengan skema investasi ini, masyarakat miskin di Sulawesi Barat memiliki kesempatan nyata untuk meningkatkan taraf hidup mereka melalui program transmigrasi. Program ini diharapkan dapat menjadi solusi konkret untuk pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan secara berkelanjutan. Oleh karena itu, Suhardi Duka menekankan pentingnya mendorong dan mengoptimalkan program transmigrasi sebagai bagian integral dari strategi pembangunan daerah.
Optimalisasi program transmigrasi ini tidak hanya akan berdampak pada peningkatan ekonomi individu, tetapi juga pada pertumbuhan ekonomi regional secara keseluruhan. Investasi ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk mengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah dan menciptakan pemerataan kesejahteraan di seluruh pelosok negeri. Program ini diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Advertisement
Advertisement
Sebelumnya, pada 19 November 2025, Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara meninjau dua lokasi pembangunan Mes Patriot di Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju. Peninjauan ini menunjukkan keseriusan pemerintah pusat dalam mendukung pengembangan kawasan transmigrasi.
Dua lokasi yang ditinjau meliputi lahan aset Pemerintah Provinsi Sulbar di kawasan wisata Gentungan, seluas sekitar lima hektare, serta lokasi alternatif di Dusun Bebangan yang berada di jalur Trans Sulawesi. Pemilihan lokasi ini mempertimbangkan potensi pengembangan dan aksesibilitas.
Mes Patriot Transmigrasi ini direncanakan menjadi pusat kegiatan penelitian, pendidikan, dan pengembangan kawasan transmigrasi. Fasilitas ini akan dimanfaatkan oleh mahasiswa penerima beasiswa Patriot, peneliti, serta tim Ekspedisi Patriot. Kehadiran Mes Patriot ini diharapkan dapat menjadi katalisator bagi inovasi dan pengembangan berkelanjutan di daerah transmigrasi.
Advertisement
Sumber: AntaraNews