Kondisi Kesehatan Memburuk, Gaza Hadapi Ancaman Kemanusiaan
Kekurangan obat-obatan dan pasokan medis yang penting, serta penundaan dalam ribuan tindakan bedah, mengancam nyawa ribuan pasien.
Krisis kesehatan di Jalur Gaza, Palestina, semakin memburuk. Banyak nyawa pasien terancam akibat kekurangan obat-obatan serta pasokan medis yang penting, yang menyebabkan penundaan dalam ribuan tindakan bedah.
Seperti yang dilaporkan oleh Antara pada Jumat (5/6/2026), sumber medis setempat mengungkapkan bahwa lebih dari 4.000 pasien kanker dan ribuan pasien yang menjalani cuci darah kini berada dalam risiko serius karena tidak mendapatkan obat-obatan vital yang mereka perlukan untuk bertahan hidup. Lebih dari sepertiga obat dalam daftar obat esensial dilaporkan telah habis.
Sumber tersebut menambahkan bahwa saat ini terdapat 726 jenis obat, bahan medis habis pakai, dan perlengkapan laboratorium yang tidak tersedia di gudang medis pusat. Jumlah ini mencakup 180 dari 520 obat esensial dan 50 dari 97 obat onkologi.
Krisis ini juga berdampak pada filter dialisis, benang jahit bedah, dan bahan kateterisasi jantung, yang memaksa penundaan sejumlah operasi dan prosedur medis.
Selain itu, sumber tersebut melaporkan bahwa persediaan 79 perlengkapan laboratorium dan 265 perlengkapan medis khusus juga telah habis. Saat ini, lebih dari 11.000 operasi harus ditunda akibat kekurangan pasokan dan kendala keuangan yang terus berlanjut.