FOTO: Warga Gaza Antre Air Bersih di Tengah Krisis Kemanusiaan Berkepanjangan
Pengungsi di Gaza terus menghadapi keterbatasan akses terhadap kebutuhan dasar.
Para pengungsi perang terlihat mengantre untuk mengambil air dari sebuah tangki air di kamp pengungsian Khan Yunis, Jalur Gaza selatan, Palestina, Sabtu (6/6/2026). Ketersediaan air bersih menjadi salah satu kebutuhan mendesak bagi warga yang bertahan di tengah konflik yang masih berlangsung.
Krisis kemanusiaan di Gaza dilaporkan terus memburuk seiring berlanjutnya pertempuran. Jutaan warga menghadapi kesulitan dalam memperoleh makanan, air bersih, tempat tinggal, serta layanan kesehatan yang memadai. Banyak keluarga terpaksa meninggalkan rumah mereka dan mencari perlindungan di tempat penampungan darurat, kamp sementara, maupun bangunan yang mengalami kerusakan akibat konflik.
Tekanan terhadap fasilitas publik juga semakin meningkat. Rumah sakit dan berbagai infrastruktur penting mengalami kerusakan yang berdampak pada kemampuan layanan darurat dan distribusi bantuan kemanusiaan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Data Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), yang mengutip otoritas kesehatan Gaza melalui Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), menunjukkan lebih dari 72.600 warga Palestina meninggal dunia dan lebih dari 172.000 lainnya mengalami luka-luka dalam periode 7 Oktober 2023 hingga 6 Mei 2026.
OCHA menyatakan kondisi kehidupan di seluruh wilayah Gaza masih sangat berat. Sebagian besar penduduk berada dalam kondisi mengungsi dan menghadapi berbagai risiko kesehatan serta lingkungan. Lembaga tersebut juga melaporkan bahwa serangan yang terus berlangsung masih berdampak pada kawasan permukiman dan infrastruktur sipil di berbagai wilayah Gaza.