Tim DVI Polda Papua Gencarkan Identifikasi Korban Bom Biak dengan Antemortem dan DNA
Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Papua terus berupaya mengungkap identitas korban bom Biak yang menewaskan enam orang dan tiga lainnya hilang, dengan metode antemortem dan DNA untuk memberikan kepastian kepada keluarga korban.
Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Papua masih terus bekerja keras melakukan pemeriksaan secara antemortem untuk mengungkap identitas korban bom Biak. Insiden tragis ini terjadi pada Minggu (31/5) di Kabupaten Biak Numfor. Proses identifikasi ini menjadi kunci untuk memberikan kepastian kepada keluarga korban yang sedang menanti.
Selain pemeriksaan antemortem, sampel darah dari keluarga korban juga telah diambil untuk analisis DNA lebih lanjut. Hal ini disampaikan oleh Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan pada Sabtu (6/6). Metode ini diharapkan dapat mencocokkan ciri-ciri korban sebelum insiden dengan temuan di lokasi kejadian perkara (TKP).
Pemeriksaan DNA ini sangat penting, terutama untuk mengidentifikasi potongan tubuh manusia yang ditemukan di sekitar TKP ledakan. Hingga saat ini, ada tiga warga yang dinyatakan hilang pasca insiden. Upaya identifikasi ini dilakukan untuk memberikan kejelasan mengenai nasib para korban yang belum terungkap.
Proses Identifikasi Antemortem dan DNA Korban Bom Biak
Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan menjelaskan bahwa pemeriksaan antemortem berfokus pada pencocokan data sebelum kematian korban dengan temuan di TKP. Data tersebut meliputi ciri fisik, pakaian terakhir, atau catatan medis yang relevan. Proses ini membutuhkan ketelitian tinggi dari tim DVI untuk memastikan akurasi.
Lebih lanjut, pengambilan sampel darah dari keluarga korban dilakukan untuk keperluan tes DNA. Tes DNA ini akan dicocokkan dengan potongan tubuh yang ditemukan di lokasi ledakan. Harapannya, hasil pemeriksaan ini dapat segera memberikan titik terang mengenai identitas korban yang belum terungkap secara pasti.
"Mudah-mudahan dengan dilaksanakannya pemeriksaan, baik melalui antemortem maupun DNA dapat diketahui identitas dari potongan bagian tubuh yang ditemukan di sekitar TKP," ujar AKBP Ari Trestiawan. Pernyataan ini menunjukkan optimisme pihak kepolisian terhadap proses identifikasi yang sedang berjalan.
Pemeriksaan forensik ini membutuhkan waktu dan kehati-hatian agar hasilnya akurat dan tidak menimbulkan keraguan. Tim DVI bekerja sesuai prosedur standar internasional untuk memastikan validitas setiap temuan. Fokus utama adalah mengidentifikasi semua korban dengan tepat dan profesional.
Dampak Ledakan Bom Biak: Korban Jiwa dan Hilang
Peristiwa meledaknya bom peninggalan Perang Dunia II di komplek perikanan Jalan Wolter Monginsidi Biak telah menimbulkan duka mendalam. Insiden ini menyebabkan enam orang meninggal dunia di lokasi kejadian. Ledakan tersebut juga menimbulkan kekhawatiran karena tiga warga lainnya masih dinyatakan hilang dan belum ditemukan.
Enam warga yang telah teridentifikasi meninggal dunia akibat ledakan bom di Biak yaitu Deflin Raubaba (41), Moris Raubaba (24), Karmila Ayorbaba (25), Israel Raubaba (7), Isril Raubaba (5), dan Mina Puadi (51). Daftar nama ini menunjukkan bahwa korban berasal dari berbagai usia, termasuk anak-anak yang tidak bersalah.
Sementara itu, tiga warga yang hingga kini masih dinyatakan hilang dan menjadi fokus pencarian tim adalah Yulianus Raubaba (26), Lae Madura (45), dan Abis Marandof (27). Upaya pencarian dan identifikasi terhadap mereka terus dilakukan oleh pihak berwenang. Keluarga korban sangat menantikan informasi mengenai keberadaan mereka.
Ledakan bom ini menjadi pengingat akan bahaya sisa-sisa perang yang masih tersebar di beberapa wilayah. Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati dan segera melaporkan jika menemukan benda mencurigakan. Keselamatan warga menjadi prioritas utama bagi semua pihak.
Sumber: AntaraNews