Sorot
{{caption}}
Alasan Prabowo Tunjuk Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN

{{caption}}
Indonesia Kecam Rencana Perluasan Pendudukan Gaza oleh Israel

{{caption}}
KPK: Anak Buah Silmy Karim Beli Rumah Pakai Emas Hasil Pemerasan

{{caption}}
Prabowo Lantik Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN 8 Juni

{{caption}}
IHSG Sempat Anjlok 5%, BEI Pastikan Tak Ubah Aturan Trading Halt

{{caption}}
Mensesneg Beri Bocoran: Ketum Partai Buruh Said Iqbal Bakal Masuk Kabinet

Topik Terkait
{{caption}}
Rupiah Tembus Rp18.016 per Dolar AS, Ini Sektor yang Untung dan Rugi

Pelemahan ini membuat rupiah kembali bergerak di atas level psikologis Rp18.000 per dolar AS sebelumnya menjadi perhatian pelaku pasar dan analis keuangan.

{{caption}}
Gubernur Bank Indonesia Ungkap Biangkerok Buat Kurs Rupiah Melemah Awal Tahun 2026

Kondisi tersebut mendorong pergeseran portofolio dari negara berkembang ke negara maju, termasuk arus modal keluar dari Indonesia.

{{caption}}
Dampak Konflik Geopolitik, DPR Sebut Rupiah Masih Lebih Baik Ketimbang Mata Uang Lain

DPR mencermati dinamika dan dampak dari konflik geopolitik

DPR
{{caption}}
Bank Indonesia Jelaskan Kenapa Dolar AS Begitu Kuat dan Buat Kurs Rupiah Anjlok

Ketidakpastian ekonomi global membuat masyarakat melakukan langkah masif yang makin memperburuk keadaan.

{{caption}}
Gubernur Koster Jawab Isu Pariwisata Bali Sepi Terimbas Perang AS-Iran: Saya Jelaskan dengan Data

Hal tersebut, Gubernur Koster sampaikan pada konferensi pers penutupan Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) ke-12 di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali.

{{caption}}
Bali Dominasi Devisa Pariwisata Nasional 2025, Sumbang Rp176 Triliun

Gubernur Wayan Koster mengungkapkan Devisa Pariwisata Bali mencapai Rp176 triliun pada 2025, menyumbang 55% dari total pendapatan pariwisata nasional dan memperkuat ekonomi daerah.

{{caption}}
PHR Bali Naik Signifikan di Tengah Gejolak Global, Gubernur Koster Ungkap Fakta Menarik

Gubernur Bali Wayan Koster mencatat PHR Bali naik signifikan hingga Rp2,89 triliun pada 2026, meskipun diterpa isu konflik Timur Tengah dan penurunan kunjungan wisman, menunjukkan ketahanan sektor pariwisata Pulau Dewata.

{{caption}}
Suhu Dingin Bali Terasa di Malam Hari, Dipicu Massa Udara dari Australia

Fenomena suhu dingin di Bali pada malam hingga pagi hari mulai terasa, dipengaruhi massa udara dari Australia dan faktor astronomis, membuat warga penasaran.

{{caption}}
Ternyata Banyak Wisatawan di Bali Pilih Kirim Oleh-Oleh dan Baju dengan Layanan Pengiriman

Tidak sedikit wisatawan yang akhirnya mencari alternatif yang lebih praktis dan ekonomis untuk mengirimkan barang mereka ke kota maupun negara asal.

{{caption}}
Wapres Gibran Pastikan Komitmen Pemerintah dalam Peningkatan Pariwisata Indonesia

Wapres Gibran menegaskan komitmen pemerintah untuk mendorong Peningkatan Pariwisata Indonesia melalui kolaborasi dan program unggulan, demi pertumbuhan ekonomi dan citra global.

{{caption}}
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Istana Klaim Fundamental Ekonomi Kuat

Istana memastikan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini cukup kuat. Hal ini terlihat dari pertumbuhan ekonomi nasional dan tingkat inflasi masih terjaga.

{{caption}}
Rupiah Tembus Rp18.000, Pemerintah Disarankan Jiplak China Jaga Stabilitas Keuangan

Hal paling fundamental saat ini adalah menjaga nilai tukar rupiah untuk jangka menengah panjang.

{{caption}}
Usul Ekonom Usai Rupiah Jeblok Tembus Rp18.000, Pemerintah Wajib Lakukan Hal Ini Jaga Tren Arus Pasar Saham

Optimisme para pelaku pasar untuk berkiprah di pasar domestik perlu dijaga khususnya di pasar saham, agar tren arus modal keluar tidak semakin deres.

{{caption}}
Rupiah Melemah, Pariwisata Indonesia Berpotensi Terdongkrak

Pelemahan rupiah hingga Rp18.000 per dolar AS dinilai dapat meningkatkan daya tarik Indonesia bagi wisatawan asing dan mendorong sektor pariwisata.

{{caption}}
FOTO: Rupiah Tembus Rp 18000 per Dolar AS di Tengah Tekanan Global

Nilai tukar rupiah kembali melemah dan menembus level psikologis Rp 18.000 per dolar AS.

{{caption}}
Kurs Rupiah Makin Loyo, Kini Nyaris Menyentuh Level Rp18.000 per USD

Pelemahan rupiah dipengaruhi kombinasi faktor eksternal dan internal yang meningkatkan permintaan dolar AS di pasar.