Terungkap! Tim DVI Berhasil Identifikasi 3 Jasad WNI Korban Heli Jatuh Kalsel, Tinggal Dua Lagi Nih!
Tim DVI Polda Kalsel berhasil mengidentifikasi tiga jasad WNI korban heli jatuh BK117 D3 di Tanah Bumbu. Siapa saja mereka dan berapa korban yang belum teridentifikasi?
Tim Identifikasi Korban Bencana (DVI) Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) telah mengumumkan keberhasilan identifikasi tiga jasad Warga Negara Indonesia (WNI). Para korban ini merupakan bagian dari kecelakaan helikopter BK117 D3 yang jatuh di kawasan hutan Desa Emil Baru, Mentewe, Tanah Bumbu. Pengumuman ini disampaikan dalam konferensi pers di RS Bhayangkara Banjarmasin pada Minggu malam.
Keberhasilan identifikasi ini menambah total jasad yang telah dikenali menjadi enam orang. Sebelumnya, pada Sabtu (6/9), tiga jasad Warga Negara Asing (WNA) juga telah berhasil diidentifikasi oleh tim DVI. Dengan demikian, hanya tersisa dua jasad korban heli jatuh Kalsel yang masih menunggu proses identifikasi lebih lanjut.
Proses identifikasi dilakukan dengan cermat oleh tim DVI Polri, memanfaatkan berbagai data antemortem yang tersedia. Kecelakaan helikopter nahas ini terjadi setelah hilang kontak pada Senin (1/9) pagi, dan bangkai helikopter baru ditemukan pada Rabu (3/9) siang. Seluruh jasad korban berhasil dievakuasi pada Kamis (4/9) malam.
Detail Identifikasi Tiga Jasad WNI Korban Heli Jatuh Kalsel
Kabid Dokkes Polda Kalsel Kombes Pol dr Muhammad El Yandiko menjelaskan detail identifikasi tiga jasad WNI tersebut. Ketiganya diidentifikasi dari kantong jenazah berbeda, yaitu nomor 008, 002, dan 004. Proses identifikasi ini menunjukkan komitmen tim DVI dalam menuntaskan tugasnya.
Jasad bernomor 008 teridentifikasi sebagai inisial IIR (43), seorang laki-laki dari Kabupaten Kuantan Singingi, Riau. Identifikasi ini cocok dengan data antemortem dan dilakukan melalui catatan medis gigi dengan teknik superimposisi. Teknik ini sangat akurat untuk membandingkan data gigi korban dengan rekam medis yang ada.
Kemudian, kantong jenazah nomor 002 berhasil diidentifikasi sebagai inisial HD (37), seorang laki-laki dari Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Sama seperti sebelumnya, dasar identifikasi juga melalui catatan medis gigi dengan teknik superimposisi. Kedua identifikasi ini menunjukkan pentingnya data rekam medis gigi dalam proses DVI.
Terakhir, jasad dari kantong nomor 004 teridentifikasi sebagai inisial YFR (57), seorang laki-laki dari Pekanbaru, Riau. Identifikasi ini juga cocok dengan data antemortem dan didasarkan pada superimposisi gigi serta properti yang melekat pada korban. Kombinasi metode ini memperkuat validitas hasil identifikasi.
Kronologi dan Daftar Korban Heli Jatuh Kalsel
Kecelakaan helikopter BK117 D3 ini melibatkan total delapan korban, termasuk pilot, teknisi, dan enam penumpang. Helikopter tersebut hilang kontak pada Senin (1/9) sekitar pukul 08.54 WITA. Insiden ini segera memicu operasi pencarian besar-besaran oleh tim SAR gabungan.
Bangkai helikopter akhirnya ditemukan pada Rabu (3/9) sekitar pukul 14.45 WITA di titik 03° 5’6” S – 115° 37’39.07” E. Lokasi penemuan berada di kawasan hutan sekitar Desa Emil Baru, Kecamatan Mentewe, Tanah Bumbu, Kalsel. Jarak penemuan bangkai helikopter sekitar 700 meter dari titik koordinat yang sebelumnya diberikan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Tim SAR berhasil mengevakuasi seluruh jasad pada Kamis (4/9) malam sekitar pukul 21.50 WITA. Proses evakuasi ini membutuhkan upaya ekstra mengingat medan yang sulit dan kondisi bangkai helikopter. Kombes Pol dr Muhammad El Yandiko menyatakan, "Tinggal dua jasad lagi (WNI), mohon doanya semua supaya seluruh jasad bisa segera teridentifikasi."
Dua jasad WNI yang masih belum teridentifikasi adalah Kapten Haryanto Tahir dari Kota Batam, Kepulauan Riau, dan Andys Rissa Pasulu dari Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Sementara itu, daftar lengkap korban heli jatuh Kalsel meliputi:
- Pilot: Kapten Haryanto Tahir (Kota Batam, Kepulauan Riau)
- Teknisi: Hendra Darmawan (Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan)
- Penumpang: Mark Werren (Australia), Santha Kumar Prabhakaran (India), Claudine Pereira Quito (Brasil), Iboy Irfan Rosa (Kabupaten Kuantan Singingi, Riau), Yudi Febrian Rahman (Pekanbaru, Riau), Andys Rissa Pasulu (Kota Balikpapan, Kalimantan Timur)
Identifikasi terus dilakukan untuk memastikan semua korban dapat dikenali.
Sumber: AntaraNews