Terkuak! Dua Jasad WNI Korban Helikopter Jatuh di Kalsel Berhasil Diidentifikasi Melalui DNA, Siapa Saja Mereka?
Tim DVI Polri sukses lakukan Identifikasi Korban Helikopter Jatuh di Kalsel, dua jasad WNI yang hangus kini teridentifikasi berkat tes DNA. Penasaran identitasnya?
Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri mengumumkan keberhasilan identifikasi dua jasad warga negara Indonesia. Jasad ini merupakan korban kecelakaan helikopter BK117 D3 yang jatuh di hutan Desa Emil Baru, Mentewe, Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Identifikasi ini dilakukan pada Sabtu (13/9) di Rumah Sakit Bhayangkara, Banjarmasin.
Kedua jasad tersebut sebelumnya dalam kondisi hangus terbakar, sehingga sangat sulit untuk dikenali secara visual. Proses identifikasi akhirnya berhasil dilakukan melalui metode tes deoxyribonucleic acid (DNA). Metode ini menjadi kunci penting setelah enam jasad korban lain telah teridentifikasi sebelumnya.
Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polda Kalsel Kombes Pol dr Muhammad El Yandiko menjelaskan detail prosesnya. Sampel DNA dari kedua jasad telah dikirim ke Pusdokkes Polri di Jakarta pada pekan sebelumnya. Hasil pemeriksaan laboratorium tersebut kini telah diterima oleh Polda Kalsel.
Proses Identifikasi DNA dan Identitas Korban Terbaru
Kombes Pol dr Muhammad El Yandiko menegaskan bahwa identifikasi ini krusial mengingat kondisi jasad yang tidak memungkinkan pengenalan visual. "Hasil identifikasi berdasarkan pemeriksaan laboratorium Pusdokkes Polri di Jakarta," ujarnya, memberikan kepastian atas proses yang telah berjalan. Prosedur ini melibatkan pencocokan DNA dengan sampel keluarga korban.
Proses Identifikasi Korban Helikopter Jatuh ini dilakukan dengan sangat teliti. Sampel DNA dari kedua jasad WNI telah di-convert dengan DNA keluarga mereka. Hal ini memastikan akurasi data postmortem dan antemortem yang telah dikumpulkan sebelumnya.
Berdasarkan data yang terkumpul, satu jasad berhasil diidentifikasi sebagai ARP (45). Korban berjenis kelamin laki-laki ini berasal dari Balikpapan, Kalimantan Timur. Jasad kedua teridentifikasi sebagai HT (44), juga berjenis kelamin laki-laki, yang berasal dari Kota Batam, Kepulauan Riau.
Dengan selesainya proses identifikasi ini, kedua jasad WNI tersebut kini siap untuk dipulangkan. Pihak keluarga dapat mengambil jasad di Rumah Sakit Bhayangkara, Banjarmasin. Ini menjadi langkah penting bagi keluarga untuk memulai proses pemakaman dan memberikan penghormatan terakhir.
Kronologi Kecelakaan dan Total Korban Helikopter BK117 D3
Kecelakaan helikopter BK117 D3 ini melibatkan total delapan korban. Mereka terdiri dari seorang pilot bernama Kapten Haryanto Tahir asal Kota Batam dan teknisi Hendra Darmawan dari Kabupaten Luwu. Enam penumpang lainnya berasal dari berbagai negara dan daerah di Indonesia.
Penumpang tersebut adalah Mark Werren (Australia), Santha Kumar Prabhakaran (India), Claudine Pereira Quito (Brasil), Iboy Irfan Rosa (Kabupaten Kuantan Singingi, Riau), Yudi Febrian Rahman (Pekan Baru, Riau), dan Andys Rissa Pasulu (Kota Balikpapan). Seluruh korban telah dievakuasi setelah pencarian intensif.
Bangkai helikopter ditemukan pada Rabu (3/9) sekitar pukul 14.45 WITA. Lokasinya berada di titik 03° 5’6" S – 115° 37’39.07" E, kawasan hutan Desa Emil Baru, Kecamatan Mentewe, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalsel. Helikopter ini dilaporkan hilang kontak pada Senin (1/9) sekitar pukul 08.54 WITA.
Tim SAR gabungan bekerja keras dalam operasi pencarian dan penyelamatan. Helikopter ditemukan sekitar 700 meter dari titik koordinat yang diberikan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Seluruh jasad korban berhasil dievakuasi pada Kamis (4/9) malam sekitar pukul 21.50 WITA, mengakhiri operasi pencarian yang menantang.
Sumber: AntaraNews