Tim Identifikasi Korban Bencana (DVI) Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan menyampaikan permohonan khusus kepada media massa. Permintaan ini terkait pemberitaan mengenai kondisi korban kecelakaan helikopter BK117 D3 yang jatuh di kawasan hutan Desa Emil Baru, Mentewe, Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.
Permohonan tersebut bertujuan untuk menjaga perasaan keluarga korban yang sedang berduka mendalam. Beberapa jenazah ditemukan dalam kondisi tidak utuh dan rusak parah akibat hangus terbakar pasca kecelakaan tragis tersebut.
Kabid Dokkes Polda Kalsel Kombes Pol dr Muhammad El Yandiko pada Sabtu malam (7/9) di Banjarmasin menjelaskan urgensi permintaan ini. Ia menekankan pentingnya etika jurnalistik dalam situasi yang sangat sensitif ini.
Advertisement
Advertisement
Kombes Pol dr Muhammad El Yandiko mengungkapkan bahwa dari lima jasad korban yang ditemukan, kondisinya bervariasi. Ada jasad yang tidak utuh, terpotong-potong, hingga hangus terbakar, menunjukkan parahnya dampak kecelakaan.
Beliau secara spesifik meminta media untuk berhati-hati dalam mempublikasikan identitas korban sesuai dengan kondisi jasadnya. "Setelah seluruh jasad teridentifikasi sesuai identitas masing-masing, ia meminta media jika mempublikasikan identitas sesuai dengan kondisi jasad harus meminta izin kepada keluarga korban," ujarnya.
Langkah ini diambil sebagai bentuk penghormatan tinggi terhadap keluarga yang tengah dilanda kesedihan mendalam. Tim DVI berharap media dapat memahami sensitivitas situasi ini dan berkontribusi dalam menjaga ketenangan keluarga korban.
Advertisement
Advertisement
Hingga Sabtu (6/9), Tim DVI telah berhasil mengidentifikasi tiga jasad Warga Negara Asing (WNA) dari total delapan korban. Petugas masih terus bekerja keras untuk mengidentifikasi lima jasad Warga Negara Indonesia (WNI) lainnya.
Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Adam Erwindi memastikan bahwa Tim DVI akan terus berupaya maksimal. "Mohon doanya agar tim bisa segera mengidentifikasi lima jasad lagi," kata Adam, menunjukkan komitmen tim.
Korban kecelakaan helikopter BK117 D3 ini meliputi pilot dan teknisi, serta enam penumpang. Mereka berasal dari berbagai daerah dan negara, menambah kompleksitas proses identifikasi.
Advertisement
Berikut adalah daftar korban yang disebutkan dalam laporan awal:
- Pilot: Kapten Haryanto (Batam, Kepulauan Riau)
- Teknisi: Hendra Darmawan (Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan)
- Penumpang: Mark Werren (Australia), Santha Kumar Prabhakaran (India), Claudine Pereira Quito (Brasil), Iboy Irfan Rosa (Kabupaten Kuantan Singingi, Riau), Yudi Febrian Rahman (Pekan Baru, Riau), Andys Rissa Pasulu (Kota Balikpapan, Kalimantan Timur)
Advertisement
Helikopter BK117 D3 ini hilang kontak pada Senin (1/9) sekitar pukul 08.54 WITA. Tim SAR kemudian menemukan bangkai helikopter pada Rabu (3/9) sekitar pukul 14.45 WITA.
Lokasi penemuan berada di titik 03° 5’6” S – 115° 37’39.07” E, di kawasan hutan sekitar Desa Emil Baru, Kecamatan Mentewe, Tanah Bumbu, Kalsel. Jarak penemuan sekitar 700 meter dari koordinat yang diberikan KNKT.
Tim SAR berhasil mengevakuasi seluruh jasad korban pada Kamis (4/9) malam sekitar pukul 21.50 WITA. Proses evakuasi berjalan lancar meskipun medan yang sulit.
Advertisement
Sumber: AntaraNews