Perkuat Literasi Kebanksentralan, BI Kaltim Gandeng Enam Perguruan Tinggi Lokal
Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Kalimantan Timur (BI Kaltim) berkolaborasi dengan enam perguruan tinggi setempat untuk memperkuat literasi kebanksentralan, guna mendukung pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing.
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur (BI Kaltim) menunjukkan komitmennya dalam memajukan kualitas sumber daya manusia (SDM) di wilayah tersebut. Komitmen ini diwujudkan melalui Program Pendidikan Kebanksentralan, sebuah inisiatif strategis yang melibatkan kerja sama dengan enam perguruan tinggi terkemuka di Kalimantan Timur. Tujuannya adalah untuk memperkuat literasi kebanksentralan di kalangan akademisi dan masyarakat luas.
Enam perguruan tinggi yang terlibat dalam program penting ini adalah Universitas Mulawarman, UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda, Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda, Universitas Kutai Kartanegara Tenggarong, Politeknik Negeri Samarinda, dan Politeknik Pertanian Negeri Samarinda. Kolaborasi ini diharapkan dapat menciptakan sinergi positif antara sektor keuangan dan pendidikan.
Kepala Perwakilan BI Kaltim, Jajang Hermawan, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan BI untuk memperkuat edukasi dan literasi mengenai peran bank sentral. Melalui sinergi dengan institusi pendidikan, BI berupaya melahirkan generasi penerus yang tidak hanya berkualitas tetapi juga mampu berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.
Sinergi Strategis untuk Pengembangan SDM Unggul
Program Pendidikan Kebanksentralan ini merupakan bentuk nyata komitmen BI Kaltim dalam mendukung pengembangan SDM yang unggul, adaptif, dan berdaya saing, khususnya di Kalimantan Timur. Jajang Hermawan menyatakan bahwa inisiatif ini adalah langkah strategis dalam memperluas pemahaman tentang kebanksentralan.
Kerja sama dengan enam perguruan tinggi lokal ini menjadi fondasi penting untuk mencapai tujuan tersebut. Melalui kolaborasi ini, diharapkan akan tercipta ekosistem pendidikan dan riset yang lebih kuat, serta mendorong pemberdayaan generasi muda.
Mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu akan mendapatkan kesempatan untuk memahami lebih dalam mengenai mandat, peran, dan kebijakan Bank Indonesia. Hal ini krusial untuk membentuk individu yang memiliki wawasan komprehensif di bidang ekonomi dan keuangan.
Tiga Pilar Utama Program Pendidikan Kebanksentralan
Program Pendidikan Kebanksentralan BI Kaltim dijalankan melalui tiga pilar utama yang saling terintegrasi. Pilar-pilar tersebut meliputi pembelajaran, penelitian, dan pemberdayaan. Ketiga pilar ini dirancang untuk memaksimalkan dampak program terhadap peserta dan komunitas akademik.
Secara lebih rinci, program ini mencakup Program Bantuan Pendidikan Kebanksentralan, Program Bantuan Penelitian, dan Program Literasi Kebanksentralan. Bantuan pendidikan ditujukan untuk mendukung mahasiswa berprestasi, sementara bantuan penelitian mendorong civitas academica untuk melakukan riset di bidang kebanksentralan.
Pilar pemberdayaan fokus pada peningkatan kapasitas SDM melalui pengelolaan komunitas penerima manfaat, yaitu Generasi Baru Indonesia (GenBI). GenBI berperan sebagai agen perubahan yang menyebarluaskan edukasi ekonomi dan keuangan kepada masyarakat.
Peluncuran Program dan Kuliah Umum Kebanksentralan
Acara seremoni penandatanganan kerja sama dengan enam perguruan tinggi sekaligus peluncuran Program Pendidikan Kebanksentralan telah dilaksanakan pada Kamis (23/4). Kegiatan ini juga dirangkai dengan Kuliah Umum Kebanksentralan yang diikuti oleh 180 mahasiswa dari perguruan tinggi mitra.
Sesi kuliah umum diisi dengan pemaparan materi kebanksentralan oleh Kepala Perwakilan BI Kaltim, Jajang Hermawan. Dilanjutkan dengan bincang wicara mengenai Sistem Pembayaran Indonesia dan Pelindungan Konsumen, sesi ini memberikan wawasan praktis dan relevan bagi para mahasiswa.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai peran dan kebijakan BI. Selain itu, mereka juga dapat memperluas wawasan terhadap isu-isu strategis di bidang ekonomi dan keuangan, mempersiapkan mereka untuk tantangan di masa depan.
Sumber: AntaraNews