Bank Indonesia (BI) Kalimantan Timur (Kaltim) mengumumkan pencapaian signifikan dalam upaya mendorong daya saing pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayahnya. Sebanyak 25 UMKM Kaltim berhasil menembus pasar ekspor, membawa komoditas unggulan seperti udang dan karet ke kancah internasional. Keberhasilan ini merupakan hasil dari partisipasi aktif mereka dalam program "Digital Kaltimpreneur 2025" yang diinisiasi BI Kaltim.
Program Digital Kaltimpreneur 2025 dirancang khusus untuk memperkuat kemampuan UMKM dalam menghadapi era transformasi digital. Inisiatif ini merupakan kolaborasi strategis antara BI Kaltim dan BI Kota Balikpapan, bertujuan untuk membekali pelaku usaha dengan pengetahuan dan keterampilan digital yang relevan. Dengan demikian, UMKM Kaltim diharapkan mampu beradaptasi dan bersaing di pasar global yang semakin kompetitif.
Kepala BI Kaltim, Budi Widihartanto, mengungkapkan bahwa capaian ekspor tahun ini sangat menggembirakan. "Tahun ini sebanyak 25 UMKM melakukan ekspor dengan pencapaian hasil penjualan senilai Rp316,7 juta, ditambah dengan MoU senilai Rp5 miliar atau 312.740,75 dolar AS," kata Budi di Samarinda, baru-baru ini. Angka ini menunjukkan potensi besar UMKM lokal untuk berkontribusi pada perekonomian daerah dan nasional.
Advertisement
Advertisement
Program Digital Kaltimpreneur 2025 merupakan wujud nyata komitmen Bank Indonesia Kaltim dalam memajukan UMKM daerah. Kolaborasi dengan BI Kota Balikpapan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat daya saing UMKM di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas, tetapi juga pada pembukaan akses pasar yang lebih luas.
Melalui program ini, UMKM Kaltim tidak hanya berhasil mencatatkan penjualan ekspor senilai ratusan juta rupiah. Mereka juga berhasil menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan nilai fantastis, mencapai Rp5 miliar. Ini menunjukkan kepercayaan pasar internasional terhadap kualitas produk unggulan yang dihasilkan oleh UMKM dari Kalimantan Timur.
Selain keberhasilan 25 UMKM dalam ekspor, BI Kaltim juga aktif mengembangkan 100 UMKM binaan lainnya. Pengembangan ini bertujuan agar UMKM tersebut dapat "go-digital & go-export" serta bertransformasi menjadi UMKM hijau. Inisiatif ini mencerminkan visi jangka panjang untuk menciptakan ekosistem UMKM yang berkelanjutan dan berdaya saing global.
Advertisement
Advertisement
Keberhasilan UMKM Kaltim menembus pasar ekspor berawal dari semangat untuk mendigitalkan UMKM lokal. Program Digital Kaltimpreneur dirancang sebagai wadah pembelajaran dan pendampingan komprehensif bagi pelaku usaha. Tujuannya adalah agar mereka mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi terkini dan mengoptimalkan potensi bisnisnya.
Rangkaian pelatihan interaktif dalam program ini membekali peserta dengan pemanfaatan artificial intelligence (AI) dan berbagai teknologi digital. Aspek yang dicakup meliputi strategi pemasaran daring, sistem pembayaran digital yang efisien, serta pencatatan keuangan digital yang akurat. Berbagai strategi penguatan bisnis lainnya juga menjadi fokus utama dalam pendampingan ini.
Program ini turut dilengkapi dengan pendampingan dan pemantauan daring secara berkelanjutan oleh Bank Indonesia. Hal ini untuk memastikan keberlanjutan hasil pelatihan dan membantu UMKM menghadapi tantangan di lapangan. "Meski peserta sudah mahir dan berhasil ke pasar ekspor, namun kami harap mereka dapat terus mengasah kompetensi digitalnya, menjaga konsistensi pemasaran daring untuk memperkuat eksistensi produk lokal Kaltim di pasar nasional maupun global," ujar Budi Widihartanto.
Advertisement
Advertisement
Dukungan terhadap UMKM di Kaltim tidak hanya terbatas pada pelatihan dan pendampingan digital. Melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan mitra terkait, BI Kaltim juga telah menyalurkan pembiayaan signifikan. Sebanyak Rp12,6 miliar telah disalurkan kepada 170 UMKM melalui program business matching serta edukasi dan literasi keuangan UMKM (BIMA ETAM).
Sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat daya saing pelaku UMKM dan mendorong kontribusi ekspor, BI Kaltim juga menjalankan program Export Kaltimpreneur. Program ini menyediakan edukasi, pelatihan, dan pendampingan komprehensif bagi UMKM yang memiliki potensi ekspor. Ini adalah inisiatif berkelanjutan untuk meningkatkan kapasitas ekspor UMKM.
"Sejak pertama kali diluncurkan pada 2021, program Export Kaltimpreneur telah menjadi wadah pembinaan berkelanjutan. Program ini menjembatani pelaku UMKM lokal agar mampu menembus pasar internasional," kata Budi. Hal ini menegaskan upaya konsisten BI Kaltim dalam menciptakan UMKM yang tangguh dan berdaya saing global.
Advertisement
Sumber: AntaraNews