RUPST PTPP Rombak Susunan Pengurus, Ini Jajaran Komisaris dan Direksi Terbaru
Selain agenda perubahan pengurus, RUPS juga menyetujui sejumlah agenda lain seperti pengesahan laporan keuangan, penunjukan akuntan publik.
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS Tahunan) Tahun Buku 2025 memutuskan untuk merombak jajaran pengurus perusahaan. Perubahan susunan pengurus tersebut menjadi salah satu dari tujuh mata acara yang memperoleh persetujuan pemegang saham dalam rapat yang digelar di Kantor Pusat PTPP, Jakarta, Selasa (19/5). .
Pemegang Saham menyetujui perubahan susunan pengurus Perseroan. Dengan demikian, susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan menjadi sebagai berikut:
Dewan Komisaris
- Komisaris Utama / Komisaris Independen : Dhony Rahajoe
- Komisaris : Setya Nugraha
- Komisaris : Aisyah Zakiyyah
- Komisaris : Giri Suprapdiono
- Komisaris Independen : Tjia Marwan
- Komisaris Independen : Ain Rika Armina
Jajaran Direksi
- Direktur Utama : Novel Arsyad
- Direktur Keuangan : Faizal Rahmad
- Direktur Manajemen Risiko & Legal : Tommy Wiranata A
- Direktur Strategi Korporasi dan HCM : I Gede Upeksa Negara
- Direktur Operasi Bidang Infrastruktur : Yul Ari Pramuraharjo
- Direktur Operasi Bidang Gedung : Yuyus Juarsa
Selain agenda perubahan pengurus, RUPS juga menyetujui sejumlah agenda lain seperti pengesahan laporan keuangan, penunjukan akuntan publik, perubahan anggaran dasar perseroan, hingga pendelegasian kewenangan terkait rencana jangka panjang perusahaan.
Kinerja Perusahaan
Perseroan menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dedikasi serta kontribusi jajaran pengurus sebelumnya dalam mendukung transformasi dan pengembangan bisnis Perseroan selama masa jabatan.
Sepanjang Tahun Buku 2025, PTPP mencatatkan perolehan nilai kontrak baru sebesar Rp24,95 triliun. Berdasarkan sumber pendanaan, komposisi perolehan kontrak baru Perseroan terdiri atas 45 persen proyek pemerintah, 35 persen proyek BUMN, dan 20 persen proyek swasta.
Dari sisi segmentasi usaha, kontribusi terbesar berasal dari sektor gedung sebesar 35 persen, jalan dan jembatan 16 persen, pertambangan 12 persen, power plant 11 persen, pelabuhan 10 persen, irigasi 6 persen, bendungan 4 persen, minyak dan gas 3 persen, industri 2 persen, serta bandara 1 persen.
Perwakilan BP BUMN dalam RUPS Tahunan juga menyampaikan apresiasi atas kinerja Perseroan sepanjang Tahun Buku 2025, khususnya atas keberhasilan Perseroan dalam menjaga arus kas operasi (operating cash flow) tetap positif serta menurunkan liabilitas Perseroan secara berkelanjutan.
Pencapaian tersebut dinilai mencerminkan efektivitas strategi penguatan fundamental bisnis dan implementasi manajemen keuangan yang prudent di tengah dinamika industri konstruksi nasional.
Perolehan Nilai Kontrak PTPP Hingga April 2026
PTPP membukukan perolehan nilai kontrak baru sebesar Rp6,88 Triliun hingga April 2026. Perolehan kontrak baru tersebut didominasi oleh proyek dengan sumber dana pemerintah sebesar 82 persen, diikuti proyek BUMN sebesar 10 persen, serta proyek swasta sebesar 8 persen.
Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo menyampaikan bahwa Perseroan akan terus berkomitmen menjaga kinerja operasional dan keuangan secara berkelanjutan melalui penerapan strategi bisnis yang prudent, penguatan fundamental perusahaan, serta peningkatan implementasi tata kelola perusahaan yang baik.
"PTPP akan terus fokus pada penciptaan nilai tambah yang berkelanjutan melalui optimalisasi portofolio proyek, peningkatan operational excellence, serta penguatan daya saing Perseroan di tengah dinamika industri konstruksi nasional," ujar Joko Raharjo.