Wow, Transaksi QRIS Kaltim Tumbuh 173 Persen! BI Kaltim Perkuat Ekosistem Ekonomi Digital

Bank Indonesia Kaltim gencar berkolaborasi memperkuat ekosistem ekonomi digital, terbukti dengan pertumbuhan transaksi QRIS yang fantastis. Simak dampaknya bagi UMKM!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Wow, Transaksi QRIS Kaltim Tumbuh 173 Persen! BI Kaltim Perkuat Ekosistem Ekonomi Digital
Bank Indonesia Kaltim gencar berkolaborasi memperkuat ekosistem ekonomi digital, terbukti dengan pertumbuhan transaksi QRIS yang fantastis. Simak dampaknya bagi UMKM! (Merdeka.com)

Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) secara aktif menggandeng berbagai pihak untuk memperkuat ekosistem ekonomi digital. Inisiatif ini bertujuan menciptakan sistem yang inklusif, efisien, dan berkelanjutan di wilayah tersebut. Langkah ini merupakan kontribusi nyata BI Kaltim terhadap peningkatan transaksi non-tunai melalui digitalisasi.

Kolaborasi strategis ini melibatkan pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota, perbankan, sektor swasta, serta para pebisnis. Selain itu, dunia pendidikan, komunitas, dan masyarakat luas juga turut serta dalam upaya penting ini. Sinergi tersebut diharapkan dapat mempercepat adopsi pembayaran digital.

Salah satu wujud sinergi tersebut terlihat pada gelaran Festival Ekonomi Digital bertajuk "Kaltim Digifest 2025" yang berlangsung dari 29 hingga 31 Agustus. Acara ini mengusung tema 'Akselerasi Transformasi Digital Kalimantan Timur Menuju Generasi Emas'. Kaltim Digifest menjadi platform utama untuk memamerkan capaian dan potensi ekonomi digital.

Kepala BI Kantor Perwakilan Provinsi Kaltim, Budi Widihartanto, mengungkapkan data impresif terkait transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Kaltim. Pada triwulan II-2025, transaksi QRIS Kaltim mencatat pertumbuhan signifikan sebesar 173 persen. Nilai transaksi mencapai Rp5,92 triliun, menunjukkan penerimaan yang luas.

Jumlah pengguna QRIS di Kalimantan Timur juga telah mencapai angka 213.000 orang. Angka ini berasal dari total sekitar 4 juta jiwa penduduk Kaltim. Hal tersebut mengindikasikan bahwa sekitar 20 persen masyarakat Kaltim telah memanfaatkan transaksi non-tunai melalui QRIS.

Transformasi dari sistem pembayaran tunai menjadi digital ini memberikan kemudahan besar bagi masyarakat. Selain itu, digitalisasi ini juga berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Sistem transaksi menjadi lebih efektif dan efisien, mendukung operasional bisnis mereka.

Melalui pembayaran digital, setiap transaksi tercatat secara otomatis dan terstruktur. Pencatatan yang rapi ini akan memudahkan pelaku UMKM dalam mencari biaya tambahan atau penambahan modal usaha. Akses ke perbankan menjadi lebih mudah karena rekam jejak transaksi yang jelas.

Budi Widihartanto turut menjelaskan kondisi ekonomi digital secara nasional. Digitalisasi di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan pesat. Pertumbuhan ini didukung oleh penetrasi internet yang semakin meluas di seluruh pelosok negeri.

Implementasi Blueprint Sistem Pembayaran 2025–2030 juga memperkuat ekosistem digital. Blueprint ini mencakup berbagai kanal pembayaran seperti QRIS, BI-FAST, SNAP, dan e-commerce. Inisiatif ini dirancang untuk menciptakan sistem pembayaran yang modern dan terintegrasi.

Transaksi pembayaran digital nasional pada Juli 2025 berhasil menembus angka Rp4,44 miliar. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 45,3 persen secara tahunan (yoy). Peningkatan ini mencerminkan adopsi yang masif di kalangan masyarakat.

Secara spesifik, transaksi dengan QRIS secara nasional tumbuh 162,77 persen (yoy). QRIS telah menjangkau 57 juta pengguna dan 39,3 juta merchant di seluruh Indonesia. Capaian ini menunjukkan peran sentral QRIS dalam mendorong inklusi keuangan digital.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi