Detik-Detik Komunikasi Jurnalis Tempo Terputus Sebelum Ditangkap Tentara Israel di Perairan Internasional
Penangkapan terjadi setelah kapal yang ditumpanginya dicegat di perairan internasional.
Jurnalis Tempo, Andre Prasetyo Nugroho, dilaporkan ditangkap oleh Tentara Israel (IDF) saat mengikuti misi perdamaian Global Sumud Flotilla (GSF) pada Senin (18/5/2026). Penangkapan terjadi setelah kapal yang ditumpanginya dicegat di perairan internasional, sekitar 250 mil dari Gaza, saat rombongan tengah menuju wilayah tersebut dalam misi kemanusiaan.
Perwakilan redaksi Tempo, mengungkap bahwa pihaknya terakhir berkomunikasi dengan Andre sekitar pukul 22.42 WIB. Diketahui, satu hari sebelumnya Andre sudah memberikan kabar ada sinyal protokol darurat.
"Jadi dia sudah mengirimkan video SOS kemudian sudah meminta bahwa saya menghubungi pihak keluarga kemudian juga bahkan saya kemudian anggota keluarga Andre itu juga dimasukkan ke dalam grup-grup yang itu kami setiap waktu mendapatkan informasi informasi terkini," katanya, Senin 18 Mei 2026 malam.
Berkomunikasi
Dia mengungkapkan, pihak Tempo pun terus berkomunikasi dengan keluarga. Karena mereka juga selalu bertanya mengenai kondisi Andre. Mereka berharap, Andre dapat kembali ke tanah air dalam kondisi selamat.
"Pihak keluarga itu dari kakak maupun ayah selalu bertanya jeda beberapa waktu bertanya lagi sudah ada belum kabar terbaru dari apa namanya Andre atau bagaimana nah itu jadi setiap waktu kami monitor," ungkapnya.
Misi Perdamaian
Diketahui, seluruh WNI yang ikut dalam misi perdamaian Global Sumud Flotilla telah membuat video SOS sebelum melakukan pelayaran, termasuk Andre.
Dilansir akun Instagram @globalpeaceconvoy, Andre menjadi salah satu WNI yang diculik oleh Tentara Israel.
"Militer Israel kembali membajak kapal Global Sumud Flotilla yang melanjutkan pelayaran dari Marmara, Turki ke Gaza pada Senin (18/05). Komunikasi telah terputus, kapal telah dibajak, dan aktivis sudah diculik," tulis dalam akun tersebut.
"Andre Prasetyo Nugroho, Kapal Ozgurluk. Jurnalis Indonesia," sambungnya.
Dalam video SOS yang diunggah, Andre mengungkapkan, apabila video tersebut sudah disebar berarti dirinya telah diculik oleh Tentara Israel.
"Halo semuanya, saya Andre Nugroho, saya dari Indonesia, saya seorang jurnalis. Apabila kawan-kawan sudah menonton video ini, tandanya saya sudah diculik oleh rezim zionis Israel. Itu tandanya bahwa Israel masih melakukan genosida dan pembantaian di Gaza. Selain itu juga, gerakan-gerakan seperti gerakak Global Sumud Flotilla masih saja dilakukan di-intercept atau dilakukan pembajakan oleh rezim zionis Israel untuk berusaha tidak memberikan bantuan ke Gaza. Tandanya bahwa rezim ini sudsh tidak bisa diampuni kembali," kata Andre dalam video tersebut.
Andre juga meminta kepada Presiden Prabowo untuk selalu mendukung gerakan-gerakan kemanusiaan ke Palestina, salah satunya Global Sumud Flotilla.
"Saya juga meminta kepada Presiden Prabowo Subianto untuk terus mendukung upaya-upaya gerakan seperti gerakan Global Sumud Flotilla dan tetap berada di sisi kemanusiaan dan tetap terus memperjuangkan isu-isu kemerdekaan Palestina. Free Palestine," tutup Andre.