Kelompok Peretas Ungkap Identitas 69 Tentara Israel yang Tangkap dan Siksa Relawan Flotilla
Peretas Handala mengklaim mereka mendapatkan identitas 69 tentara Israel yang diduga terlibat dalam pencegatan armada Global Sumud Flotilla belum lama ini.
Kelompok peretas pro-Palestina Handala kemarin mengumumkan mereka memperoleh data pribadi 69 tentara Angkatan Laut Israel yang diduga terlibat dalam pencegatan armada misi kemanusiaan ke Gaza Global Sumud Flotilla baru-baru ini.
Dilansir Mehr News, Selasa (26/5), dalam pernyataannya Handala mengumumkan:
"Nama lengkap dan detail 69 perwira Angkatan Laut Israel yang baru-baru ini menyerang Global Sumud Flotilla kini telah diungkap dan tersedia untuk dilihat publik. Sebagai tindakan perlawanan yang tegas, hadiah sebesar 100.000 dolar AS ditetapkan untuk masing-masing individu tersebut.
Dukungan Penuh kepada Sumud Flotilla
Kami adalah petir dan kilat, setelahnya kalian harus selalu menanti hujan pembalasan.
Mereka adalah individu-individu yang mewujudkan “Zahar al-Fasad fi al-Bahr”, yakni mereka yang menyebarkan kerusakan dan kehancuran di lautan maupun di daratan, tanpa menyisakan tempat perlindungan bagi orang-orang tak bersalah.
Handala secara tegas menyatakan solidaritas dan dukungan penuh yang tak tergoyahkan kepada Sumud Flotilla dan seluruh mujahidin laut, serta berjanji akan berdiri bersama mereka hingga akhir.
Inilah janji kami,
'Ya Allah, jadikanlah aku termasuk penolong-penolongnya, pendukung-pendukungnya, pembela-pembelanya, orang-orang yang bersegera memenuhi kebutuhannya, yang menaati perintah-perintahnya, yang melindunginya, yang mendahului menuju kehendaknya, dan yang gugur syahid di hadapannya.'
Pesan Langsung kepada Menteri Israel
Handala, hingga datangnya Sang Pembalas Sejati, akan membela darah orang-orang tak bersalah dan hak-hak mereka yang tertindas.
Dan ini adalah pesan langsung kepada Itamar Ben-Gvir, Menteri Keamanan Nasional Israel:
Ketahuilah bahwa tidak ada kejahatan, baik di darat maupun di laut, yang akan dibiarkan tanpa balasan.
Kamu dan seluruh pihak korup serta haus darah dalam kabinet ini akan diburu oleh bayang-bayang Perlawanan di mana pun berada. Setelah setiap dentuman petir, bersiaplah menghadapi badai amarah kami."
Otoritas Israel belum mengonfirmasi secara terbuka dugaan kebocoran data maupun keaslian klaim tersebut. Sebelumnya, kelompok peretas itu juga pernah mengklaim bertanggung jawab atas serangan siber yang menargetkan rekan-rekan mantan Perdana Menteri Israel Naftali Bennett serta ajudan senior Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.