3 Alasan Hanung Bramantyo Tak Mau Dipanggil Haji, Merasa Belum Pantas
Sineas Hanung Bramantyo mengungkapkan bahwa ibadah haji merupakan perjalanan pribadi yang mengajak kita untuk merenungkan identitas diri.
Tiga tahun yang lalu, sutradara yang telah meraih dua Piala Citra, Hanung Bramantyo, menunaikan ibadah haji bersama istrinya, Zaskia Adya Mecca.
Setelah kembali dari Tanah Suci, ia tidak ingin dipanggil dengan sebutan Pak Haji atau Mas Haji. Hanung, yang dikenal sebagai sutradara film Ayat-ayat Cinta dan Ipar Adalah Maut, menjelaskan alasannya untuk tidak menggunakan gelar haji dalam kesehariannya.
Ia mengunggah foto bersama Zaskia di dekat Ka'bah dan mengungkapkan tiga alasan mengapa ia enggan menjadikan gelar hajinya sebagai panggilan sehari-hari.
Hanung Bramantyo menulis, "Sebab gelar haji pada awalnya bukan sebuah kehormatan, melainkan cara Belanda membatasi gerak umat Islam, agar tidak melakukan perlawanan ke Pemerintah Belanda, sepulang dari ibadah haji. Alih-alih mengharap gelar haji, saya lebih suka merenungi makna ibadah haji itu sendiri."
Selain itu, ia berpendapat bahwa ibadah haji merupakan perjalanan yang bersifat personal, di mana seseorang diharapkan dapat merenungkan siapa dirinya dan tujuan penciptaan manusia oleh Tuhan.
Untuk mendukung pandangannya, Hanung mengutip ayat suci Al-Qur'an, "Ingatlah saat Tuhanmu berkata ke seluruh malaikat: Aku hendak menjadikan khalifah di Bumi. Lalu malaikat menjawab: Apakah Engkau hendak menciptakan makhluk yang akan merusak dan menumpahkan darah, sementara kami bertasbih memuji dan menyucikan nama-Mu? Allah kemudian berkata: Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui, wahai para Malaikatku. (Q.S Al Baqarah ayat 30)." Dengan demikian, ia ingin menekankan pentingnya pemahaman mendalam mengenai makna dari ibadah haji itu sendiri.
Hanung Bramantyo menjelaskan bahwa istilah khalifah merujuk pada peran sebagai pembawa amanat suci Tuhan yang bertujuan untuk mewujudkan keadilan dan kemakmuran di bumi. Namun, ironisnya, manusia sering kali merusak alam yang merupakan ciptaan indah dari Sang Khalik. Perang dan pertumpahan darah masih berlangsung hingga saat ini, yang menimbulkan pertanyaan bagi Hanung tentang apakah dirinya telah menjalankan tugas sebagai khalifah sesuai dengan amanat Tuhan.
"Sejujurnya, saya masih jauh dari harapan Tuhan buat menjadi khalifah," ungkapnya, yang menunjukkan kesadaran dan refleksi diri atas tanggung jawab yang diemban.
Khalifah
"Saya masih sering berbuat gak adil, bahkan pada diri saya sendiri. Itu kenapa saya agak gimaaaa gitu saat orang manggil saya Haji. Masih jauh dari harapan Allah,"ungkap Hanung Bramantyo.
Ia melanjutkan dengan mendoakan sahabat-sahabatnya yang telah menyandang gelar haji agar dapat menjadi khalifah yang menjalankan amanat Tuhan dalam menjaga bumi.
Menurutnya, kelak setiap manusia akan dimintai pertanggungjawaban oleh Tuhan atas segala perbuatannya di dunia ini.
Haji merupakan perjalanan yang bersifat pribadi dan juga sebagai sarana untuk merenungkan diri
Idul Adha sudah semakin dekat. Hari Raya ini diperkirakan akan berlangsung pada Rabu, 27 Mei 2026. Menyambut momen suci ini, Hanung Bramantyo juga menyampaikan ucapan selamat kepada umat Islam di seluruh Tanah Air. Ia berharap agar Tuhan memberikan ampunan atas segala dosa yang telah dilakukan.
"Selamat menjalankan ibadah haji, para sahabat semua. Semoga Allah mengampuni dosa kita semua. Amin," kata Hanung Bramantyo. Dengan harapan tersebut, semoga setiap umat Islam dapat merayakan Idul Adha dengan penuh kebahagiaan dan keberkahan.