Blak-blakan Reza Rahadian Ikut Main Film 'Gowok: Kamasutra Jawa', Jadi Favorit Penonton di Rotterdam

Reza Rahadian kembali berakting dalam film "Gowok: Kamasutra Jawa" yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo.

Wayan Diananto
Oleh Wayan Diananto - Reporter
Blak-blakan Reza Rahadian Ikut Main Film 'Gowok: Kamasutra Jawa', Jadi Favorit Penonton di Rotterdam
Reza Rahadian lagi. Kali ini, ia main film Gowok Kamasutra Jawa karya sineas Hanung Bramantyo. Porsinya tak banyak. Bisa jadi tak sampai 5 adegan. Mengapa? (Foto: Dok. Arman Febryan dari a (Reza Rahadian lagi. Kali ini, ia main film Gowok Kamasutra Jawa karya sineas Hanung Bramantyo. Porsinya tak banyak. Bisa jadi tak sampai 5 adegan. Mengapa? (Foto: Dok. Arman Febryan dari a)

Reza Rahadian kembali muncul di layar lebar. Kali ini, ia berperan dalam film Gowok: Kamasutra Jawa. Meskipun perannya tidak terlalu besar, dengan kurang dari 5 adegan, Reza mengaku sangat terpesona oleh cerita dan tema yang diangkat dalam film ini.

Gowok: Kamasutra Jawa merupakan karya sutradara Hanung Bramantyo, yang dikenal luas di dunia perfilman Indonesia. Reza mengungkapkan sulit baginya untuk menolak tawaran bermain dari sutradara yang telah meraih dua Piala Citra tersebut, apalagi ketika ada sosok besar seperti Raam Punjabi terlibat di dalamnya.

“Sederhana saja alasannya. Kalau sudah Mas Hanung yang mengajak, apalagi ada Pak Raam Punjabi juga, itu susah untuk bilang enggak,” ungkap Reza Rahadian saat konferensi pers di Jakarta Pusat beberapa waktu lalu.

Dalam film Gowok, aktor yang telah meraih 5 Piala Citra ini berperan sebagai Kamanjaya, seorang priayi Jawa yang dititipkan kepada gowok terkenal, Nyai Santi (diperankan oleh Lola Amaria), untuk belajar memahami karakter dan detail tubuh perempuan sebelum menikah.

“Aku sebenarnya cuma numpang lewat di film ini. Mungkin empat (scene). Aku sebenarnya memerankan ulang tokoh yang dimainkan Devano ketika dewasa. Jadi begitu,” tambahnya.

Versi muda Kamanjaya sendiri diperankan Devano Danendra. Dalam wawancara eksklusif bersama Showbiz Liputan6.com, Reza Rahadian juga menceritakan tentang film Gowok Kamasutra Jawa dan persahabatannya dengan Hanung Bramantyo. Keterlibatannya dalam proyek ini menunjukkan betapa ia menghargai kolaborasi dengan orang-orang yang telah berkontribusi besar dalam karirnya.

Banjir Apresiasi di Penonton Rotterdam

Eksklusif Reza Rahadian: Soal Film Gowok Kasamutra Jawa dan 16 Tahun Berteman dengan Hanung Bramantyo
Reza Rahadian lagi. Kali ini, ia main film Gowok Kamasutra Jawa karya sineas Hanung Bramantyo. Porsinya tak banyak. Bisa jadi tak sampai 5 adegan. Mengapa? (Foto: Dok. Arman Febryan dari a Reza Rahadian lagi. Kali ini, ia main film Gowok Kamasutra Jawa karya sineas Hanung Bramantyo. Porsinya tak banyak. Bisa jadi tak sampai 5 adegan. Mengapa? (Foto: Dok. Arman Febryan dari a

Salah satu prestasi yang diraih oleh Gowok: Kamasutra Jawa adalah terpilihnya film ini untuk berkompetisi di Big Screen Competition, International Film Festival Rotterdam pada kuartal pertama tahun 2025. Reza Rahadian berangkat ke Belanda untuk menghadiri festival yang sangat bergengsi ini.

Menariknya, pemutaran Gowok: Kamasutra Jawa di Rotterdam dipenuhi penonton. Sesi tanya jawab dilaksanakan di teater IMAX yang memiliki kapasitas besar, dan banyak penonton yang tetap bertahan untuk berpartisipasi dalam diskusi tersebut.

"Kami dapat studio IMAX, full house. Tiga hari tiket ludes terjual. Dapat komentar-komentar bagus. Biasanya, tanya jawab jadi momen deg-degan karena kami bertanya-tanya apakah orang akan tetap stay atau pulang," kenang Reza Rahadian.

Meskipun sesi tanya jawab diadakan menjelang jam 11 malam, antusiasme penonton tidak surut. Elemen budaya Indonesia yang kental, tema yang sensitif namun eksotis, penampilan para aktor yang memukau, serta arahan dari Hanung Bramantyo, menjadi faktor utama yang menarik perhatian audiens di Negeri Kincir Angin.

Salah satu pertanyaan yang paling membekas di ingatan Reza Rahadian dari penonton di Rotterdam adalah, "Apakah film ini bisa tayang di Indonesia?" Seiring berjalannya waktu, Gowok: Kamasutra Jawa dipastikan akan tayang di bioskop tanah air mulai tanggal 5 Juni 2025.

Diberitakan akan ada dua versi film ini. Versi yang diperkenalkan kepada para jurnalis dalam sesi press screening di Plaza Indonesia XXI pekan ini adalah director's cut yang ditujukan untuk penonton berusia 21 tahun ke atas. Dalam film ini, Hanung Bramantyo menyampaikan cerita dengan cara yang bebas dan lepas.

"(Saat di Rotterdam) kami jawab, bisa. Mereka berpikir memang boleh ada adegan seperti ini? Belum lagi background-nya 1960-an, sensitif. Tapi memang ini tidak dibahas panjang. Ini sebagai latar, setting waktu. Jadi tidak membahas insiden 1965," urainya.

Kunjungan Perdana Reza Rahadian ke Rotterdam

Eksklusif Reza Rahadian: Soal Film Gowok Kasamutra Jawa dan 16 Tahun Berteman dengan Hanung Bramantyo
Reza Rahadian lagi. Kali ini, ia main film Gowok Kamasutra Jawa karya sineas Hanung Bramantyo. Porsinya tak banyak. Bisa jadi tak sampai 5 adegan. Mengapa? (Foto: Dok. Arman Febryan dari a Reza Rahadian lagi. Kali ini, ia main film Gowok Kamasutra Jawa karya sineas Hanung Bramantyo. Porsinya tak banyak. Bisa jadi tak sampai 5 adegan. Mengapa? (Foto: Dok. Arman Febryan dari a

Festival film internasional memberikan pengalaman baru bagi Reza Rahadian. Pada tahun 2021, aktor yang dikenal lewat film My Stupid Boss dan Habibie & Ainun ini berpartisipasi dalam Locarno Film Festival untuk mendukung film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas. Namun, festival di Rotterdam memiliki tempat khusus di hati Reza.

"Karena aku pertama kali ke Rotterdam. Yang pertama pasti berkesan, kan. Rotterdam itu festival lama dan saya ingin banget datang, untuk berkunjung saja," ungkap Reza Rahadian.

Reza menggambarkan Rotterdam sebagai kota yang kecil, tenang, dan menyenangkan untuk menyaksikan festival film. Ia merasa terkesan melihat banyak orang yang datang untuk merayakan dunia sinema. Bahkan, ia bertemu dengan penonton dari berbagai usia, termasuk kakek nenek.

"Apresiasi mereka terhadap seni sangat tinggi," puji Reza Rahadian.

Ia juga mencatat perbedaan karakteristik dan budaya festival film di Belanda dibandingkan dengan Indonesia. Rotterdam memiliki banyak section, dan standar kurasi film yang diterapkan di sana tidak bisa disamakan dengan yang ada di Indonesia.

"Dibandingkan Indonesia, yang festival film skala internasionalnya baru satu, menurutku cukup apple to apple. Dalam arti, Rotterdam festival sederhana, tenang, seperti JAFF. Orang datang bajunya santai, enggak dress-up. Di situ kami membangun networking pula," kata Reza.

16 Tahun Bersahabat dengan Hanung Bramantyo

Eksklusif Reza Rahadian: Soal Film Gowok Kasamutra Jawa dan 16 Tahun Berteman dengan Hanung Bramantyo
Reza Rahadian lagi. Kali ini, ia main film Gowok Kamasutra Jawa karya sineas Hanung Bramantyo. Porsinya tak banyak. Bisa jadi tak sampai 5 adegan. Mengapa? (Foto: Dok. Arman Febryan dari a Reza Rahadian lagi. Kali ini, ia main film Gowok Kamasutra Jawa karya sineas Hanung Bramantyo. Porsinya tak banyak. Bisa jadi tak sampai 5 adegan. Mengapa? (Foto: Dok. Arman Febryan dari a

Bagi Hanung Bramantyo, yang dikenal sebagai sutradara film-film box office, Rotterdam juga memiliki makna yang penting. Selama 16 tahun mengenal Reza Rahadian, Hanung merasa senang akhirnya ada karya yang berhasil tampil di festival film luar negeri.

Hanung Bramantyo memiliki peran yang sangat penting dalam perjalanan karier Reza Rahadian. Reza berhasil meraih Piala Citra untuk kategori Pemeran Pendukung Pria Terbaik berkat bimbingan Hanung dalam film Perempuan Berkalung Sorban. Sejak saat itu, kariernya melesat pesat.

"Kolaborasi yang menarik bersama mas Hanung Bramantyo setelah 16 tahun. Saya ikut menyaksikan film pertama beliau di festival besar, dan melihat kebahagiaannya membuat saya juga merasa happy," ungkap Reza Rahadian.

"Selama ini, dia dikenal sebagai sutradara box office, dan kini dia membuktikan bahwa dirinya deserved di festival film bergengsi seperti Rotterdam, di sesi kompetisi. Ini bukan sekadar official selection, melainkan sangat prestisius," lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Reza Rahadian juga memberikan apresiasi kepada para pemain yang menunjukkan penampilan luar biasa dalam film Gowok: Kamasutra Jawa. Ia menilai Devano Danendra tampil sangat baik, dan film ini menjadi salah satu penampilan terbaik bagi Lola Amaria.

Performa Djenar Maesa Ayu, Slamet Rahardjo, dan Raihaanun juga tidak bisa diragukan lagi. Sejumlah aktor muda seperti Ali Fikry, Alika Jantinia, dan Nayla Purnama tampil melampaui ekspektasi.

"Ini benar-benar breathtaking, meskipun ini subjektif karena saya terlibat dalam film Gowok. Namun, menurut saya, Mas Hanung did a good job," jelas Reza Rahadian.

Ia secara terbuka menyampaikan rasa terima kasih kepada Hanung Bramantyo. Bagi Reza, sutradara film Ayat-ayat Cinta bukanlah sosok yang galak. Ia merasa seperti memiliki seorang kakak yang tahu apa yang terbaik untuk adiknya di lokasi syuting.

Banyak aktor yang berhasil meraih Piala Citra berkat arahan Hanung Bramantyo, mulai dari Christine Hakim, Meriam Bellina, hingga Reza Rahadian sendiri.

"Saya tidak pernah merasa digalak-galakkan. Saya merasa seperti kakak adik dengan Hanung Bramantyo. Dia adalah abangkku, sosok yang sangat saya sayangi, dan saya bisa mengatakannya dengan terbuka. Saya sangat menyayangi Mas Hanung," tuturnya.

Rekomendasi