Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sumatra Utara memastikan ledakan yang menewaskan tiga orang di Kompleks Grand Polonia, Kota Medan, dipicu kebocoran pipa gas bawah tanah yang memenuhi ruangan di dalam rumah. Kendati demikian, polisi masih menyelidiki titik pasti kebocoran gas tersebut.
Kasubbid Fiskom Bidang Laboratorium Forensik Polda Sumut, AKBP Roy Tenno Siburian, mengatakan hasil penyelidikan sementara telah mengungkap penyebab ledakan, sehingga fokus pemeriksaan kini bergeser untuk menemukan lokasi kebocoran.
“Kalau dikatakan kendala tentang apa penyebab ledakan ini, tidak lagi. Kemarin kami sudah menyampaikan bahwa ini terjadi kebakaran pipa gas yang bocor yang memenuhi ruangan di dalam rumah,” kata Roy, Kamis (23/7) malam.
Roy menjelaskan istilah detonasi yang sempat digunakan dalam penyelidikan bukan menunjukkan penyebab berbeda. Melainkan menggambarkan proses pembakaran yang berlangsung sangat cepat.
“Istilah detonasi ini sebenarnya untuk menggambarkan kecepatan bakar. Jadi, kalau seketika kebakaran itu terjadi, maka itu dikatakan detonasi. Jadi, sama itu dengan kebakaran,” jelasnya.
Menurut Roy, tantangan utama penyelidikan saat ini adalah menemukan titik kebocoran pada jaringan pipa gas yang tertanam di dalam dinding bangunan. Kondisi tersebut membuat tim harus membongkar sebagian konstruksi rumah sebelum melakukan pengujian setiap segmen pipa.
“Pipa yang di sana sangat panjang dan semua tertanam di dalam tembok. Tentu harus membobol tembok-tembok untuk mengeluarkan pipa tersebut. Setelah itu akan diuji per segmen,” ujarnya.
Roy mengungkapkan proses uji kebocoran masih berlangsung dan belum dapat memastikan lokasi kebocoran. Pemeriksaan akan dilanjutkan hingga Jumat (24/7) besok.
“Kami akan memanggil tim konstruksi untuk membobol tembok dan mengeluarkan pipa-pipa yang ada di dalam tembok. Selanjutnya dilakukan pengujian bersama PGN,” ungkapnya.
Advertisement
PGN Uji Teknis
Dalam proses tersebut, PT Perusahaan Gas Negara (PGN) akan memimpin pengujian teknis kebocoran pipa, sedangkan tim Labfor Polda Sumut mendampingi untuk memastikan hasil pemeriksaan.
“Untuk leak test ini kami akan mengikuti PGN karena mereka yang lebih berpengalaman melakukan pengujian. Kami mendampingi untuk melihat bersama-sama di mana titik kebocorannya,” tandas Roy.
Seperti diberitakan sebelumnya, ledakan terjadi di sebuah rumah yang berada di perumahan mewah Grand Polonia, Kota Medan, Senin (20/7) sore. Ledakan tersebut menewaskan tiga orang yang sedang berada di dalam rumah saat kejadian, yakni J (istri pemilik rumah), R (pekerja rumah tangga), dan S (babysitter).
Sementara itu, ada empat orang yang selamat dalam ledakan tersebut. Dugaan sementara polisi, ledakan itu dipicu kebocoran pipa gas bawah tanah.