Petugas keamanan (satpam) yang terlibat cekcok dengan pengemudi Toyota Alphard di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, memberikan klarifikasi terkait kejadian tersebut. Vicol, sapaan satpam itu, mengungkapkan kronologi versi dirinya melalui rekaman video yang beredar.
Vicol mengatakan peristiwa bermula saat dirinya bertugas mengatur penyeberangan di kawasan Bundaran HI. Saat itu, lampu lalu lintas berubah merah untuk kendaraan sehingga pejalan kaki mendapat giliran menyeberang.
Menurut dia, di tengah kondisi tersebut ada sebuah mobil yang tetap melaju meski lampu lalu lintas sudah merah. Dia mengaku kemudian menegur pengemudi dengan cara mengetuk kaca mobil.
“Pada awal kejadian kami lagi menunggu lampu merah di Bundaran HI. Setelah lampu merah tiba, giliran pejalan kaki yang lewat. Pada saat itu juga ada salah satu mobil yang menerobos lampu merah tersebut,” ujarnya seperti dikutip dari rekaman video yang beredar, Kamis (23/7/2026).
Vicol mengakui dirinya sempat memukul kaca mobil karena merasa kesal melihat kendaraan tersebut menerobos saat pejalan kaki menyeberang.
“Karena saya kesal, saya pukul kaca mobilnya. Saya teriak, ‘Woi, lampu merah!’” katanya.
Dia kemudian menghampiri mobil yang berjalan perlahan untuk kembali mengingatkan pengemudi. Namun, menurut dia, pengemudi tidak membuka kaca mobil.
“Woi, Pak, lampu merah. Saya cuma menyelamatkan nyawa orang lain. Terus dia tidak buka kaca mobilnya,” ujarnya.
Vicol menyebut tak lama kemudian tiga orang keluar dari mobil, termasuk sopir. Setelah itu, terjadi aksi saling dorong antara dirinya dan orang-orang tersebut.
“Yang dua orang di sebelah kiri keluar, mereka keluar bertiga. Dan sopirnya juga keluar. Mereka dorong-dorong saya,” ucapnya.
Untuk meredakan situasi dan menghindari kemacetan, Vicol mengaku berinisiatif membawa persoalan tersebut ke Pos Polisi Thamrin agar diselesaikan di hadapan petugas.
Dia menyebut aksi saling dorong masih terjadi saat mereka berjalan menuju pos polisi. Sesampainya di lokasi, Vicol mengetuk pintu pos hingga Kepala Pospol keluar.
Di dalam pos polisi, Vicol mengaku menjelaskan kronologi kejadian dari sudut pandangnya. Namun, dia menyebut Kepala Pospol tetap menegur tindakannya yang memukul kaca mobil.
“Kamu salah, kamu tidak ada hak untuk memukul kaca mobil,” kata Vicol menirukan ucapan Kepala Pospol.
Advertisement
Minta Maaf ke Pengemudi Alphard
Setelah mendengar penjelasan itu, dia mengaku memilih meminta maaf kepada pengemudi Alphard.
“Saya salah, saya akan jadikan pengalaman saya, pedoman saya untuk ke depannya untuk lebih hati-hati dalam melaksanakan tugas di area kerja terbatas,” ujarnya.
Namun, menurut pengakuannya, persoalan belum berhenti setelah mediasi selesai. Saat keluar dari pos polisi, dia mengaku kembali dimarahi pengemudi Alphard.
“Kerah baju saya ini diangkat sama sopirnya sambil ngomong, ‘Woi! Jangan kayak preman di sini lu! Kamu kerja yang bener aja! Tatap mata saya!’” tuturnya.
Dia mengatakan hanya merespons dengan mengakui kesalahannya.
“‘Siap, siap, saya salah, Pak,’” katanya.