Presiden Prabowo Subianto menghadiri acara Puncak Hari Lahir (Harlah) ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Pada awal pidatonya, Prabowo mengungkapkan rasa haru melihat para kader PKB yang kompak mengenakan kaus bertuliskan 'Prabowonomics'.
"Saya terharu PKB di Harlahnya sampaikan dukungan pada arah baru ekonomi kita. Saya juga terharu saudara pakai kaus prabowonomics. Sesungguhnya, tidak pantas saudara pakai nama saya di situ," ungkap Prabowo dalam sambutannya di JCC, Jakarta Pusat, Kamis (23/7/2025).
Prabowo merasa penasaran siapa yang mencetuskan ide tersebut. Dia merasa sangat dihargai dengan dukungan yang diberikan PKB terhadap kepemimpinannya.
"Saya terus terang saja, saya enggak mengerti ilmu PKB, PKB boleh juga," tambahnya.
Prabowo menegaskan bahwa dukungan PKB terlihat jelas, salah satunya adalah kenyataan bahwa partai yang dipimpin Cak Imin tersebut selalu menjadi yang pertama mengundangnya dalam perayaan hari ulang tahunnya.
"Kok bisa ya PKB ini. Ilmunya apa ini. Ngeri juga kiai-kiai ini. Saya ingat tahun lalu saat Harlah PKB, yang kasih sambutan pertama Kiai Ma'ruf, waktu itu beliau ketua dewan syuro. Pidatonya lebih galak dari saya," ujar Prabowo.
"Ingat enggak waktu itu ya, saya baru duduk belum sempat minum kopi, saudara... saudara... Pasal 33, Pasal 34, Kiai Ma'ruf Amin galak banget itu, kalau udah di podium pasal 33, galak banget itu. Memang ilmu PKB boleh juga," canda Prabowo, yang membuat Cak Imin ikut tertawa.
Advertisement
Hadiah PKB
Tahun ini, Prabowo menyatakan bahwa selain diundang untuk merayakan Harlah, ia juga menerima hadiah dari PKB yang merupakan hasil kesepakatan Ijtima Ulama Indonesia yang terdiri dari tiga poin.
"Tahun lalu saya dapat perintah, tahun ini saya dapat hadiah bersifat perintah juga. Ini partai-partai lain perlu belajar dari PKB, ini ada kelebihan-kelebihan, mungkin Gus Dur lihat dari atas," ungkap Prabowo.
Prabowo mengungkapkan rasa terima kasihnya atas dukungan yang diberikan oleh PKB. Menurutnya, penghormatan yang ia terima dari PKB bahkan tak pernah terjadi di Partai Gerindra.
"Gerindra aja enggak seperti kalian. Ini akal-akalan Gus Imin, tapi saya merasa dihormati, terima kasih dari hati paling dalam," tuturnya dengan penuh rasa syukur.