Anak Krakatau Erupsi Lagi, Ini Imbauan PVMBG

Anak Krakatau erupsi Minggu malam. PVMBG mencatat durasi 44 detik, amplitudo 58 mm. Warga diminta menjauhi kawah. Otoritas juga memantau dampak ke bandara.

Jonathan Pandapotan Purba
Anak Krakatau Erupsi Lagi, Ini Imbauan PVMBG
Aktivitas vulkanik Anak Krakatau diabadikan seorang pilot sekaligus pehobi fotografi udara. (Liputan6.com/Istimewa).

Gunung Anak Krakatau kembali erupsi pada Minggu (6/9/2026) malam. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan letusan terjadi pukul 20.23 WIB, dengan tinggi kolom abu tidak teramati.

Erupsi terekam seismogram dengan amplitudo maksimum 58 milimeter dan berdurasi sekitar 44 detik. PVMBG menyampaikan pemantauan terus dilakukan guna memastikan kondisi terbaru di sekitar gunung api.

MAGMA Kementerian ESDM mengimbau masyarakat untuk menjaga jarak dari sumber aktivitas vulkanik.

"Saat ini, Gunung Anak Krakatau berada pada Status Level III atau Siaga. Masyarakat, pengunjung, wisatawan, maupun pendaki diminta tidak mendekati Gunung Anak Krakatau ataupun melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif," tulis keterangan Multiplatform Application for Geohazard Mitigation and Assessment (MAGMA) Kementerian ESDM, Minggu (6/9/2026) malam.

Dampak Erupsi Anak Krakatau, Operasional Soekarno-Hatta Ditutup hingga 24.00 WIB

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, memantau langsung sebaran abu vulkanik di Bandara Soekarno-Hatta dan menyatakan penutupan operasional diperpanjang hingga pukul 24.00 WIB. Pengumuman disampaikan dari Posko Terpadu Terminal 1B.

Ia menjelaskan perubahan arah angin menjadi pertimbangan utama dalam keputusan tersebut, berdasarkan informasi cuaca terbaru dari BMKG.

"Tadi per jam 5 lewat, kondisi debu yang semula tadi siang itu angin mengarah ke Barat, sekarang informasi BMKG anginnya mengarah ke Timur dengan kecepatan 5 knot, maka kami memutuskan memperpanjang penutupan bandara hingga pukul 24.00," katanya.

Dudy menambahkan, evaluasi situasi akan dilakukan secara berkala untuk menentukan kelanjutan operasional bandara. Ia menegaskan langkah ini semata-mata untuk keselamatan penumpang dan penerbangan.

"Nanti akan kita pastikan apakah abu ini akan berkurang atau malah bertambah," tuturnya.

Rekomendasi