Berkarya untuk Negeri Lewat Seni Pertunjukan

El Haq Latief Seorang koreografer muda berbagi pengalaman dan pengetahuan seni pertunjukan kepada peserta dalam workshop di Jakarta. Kegiatan tersebut diisi dengan latihan gerakan, penghayatan, serta pemahaman mengenai proses persiapan sebuah pertunjukan musikal. Peserta mengikuti arahannya secara langsung dan mempraktikkan sejumlah gerakan yang diberikan selama sesi berlangsung. Berpengalaman dalam sejumlah produksi teater musikal di Indonesia dan Inggris, El Haq juga membagikan cerita mengenai perjalanan serta proses berkarya di dunia seni pertunjukan. Workshop ini menjadi ruang pertemuan antara pelaku seni dan peserta untuk saling belajar, sekaligus membuka kesempatan bagi generasi muda mengenal lebih dekat proses kerja di balik sebuah pertunjukan.

Budy Santoso
Oleh Budy Santoso - Editor
Berkarya untuk Negeri Lewat Seni Pertunjukan
Peserta mengikuti latihan gerakan yang dipandu seorang koreografer dalam workshop seni pertunjukan. Materi latihan mencakup gerakan dan penghayatan untuk kebutuhan pertunjukan musikal. (KLY/Budy Santoso)
1 dari 4 halaman
Berkarya untuk Negeri Lewat Seni Pertunjukan
Sejumlah peserta mengikuti gerakan koreografi yang diperagakan El Haq Latief, mulai dari gerakan tangan, langkah kaki, hingga perubahan posisi tubuh, saat mengikuti workshop seni pertunjukan di Jakarta. (KLY/Budy Santoso)
2 dari 4 halaman
Berkarya untuk Negeri Lewat Seni Pertunjukan
Sejumlah peserta mengikuti latihan koreografi yang dipandu El Haq Latief. Dalam workshop tersebut, ia berbagi pengalaman mengenai proses latihan dan penampilan dalam pertunjukan musikal. (KLY/Budy Santoso)
3 dari 4 halaman
Berkarya untuk Negeri Lewat Seni Pertunjukan
Sejumlah peserta mengikuti gerakan koreografi yang diperagakan El Haq Latief, yang terlibat sebagai koreografer dalam Home Sweet Loan The Musical. (KLY/Budy Santoso)
4 dari 4 halaman
Berkarya untuk Negeri Lewat Seni Pertunjukan
Sejumlah peserta mengikuti gerakan koreografi yang diperagakan El Haq Latief, mulai dari gerakan tangan, langkah kaki, hingga perubahan posisi tubuh, saat mengikuti workshop seni pertunjukan di Jakarta. (KLY/Budy Santoso)
Rekomendasi