Tarif Ragunan Diusulkan Naik jadi Rp 10 Ribu, Ini Alasannya

Saat ini, tarif Ragunan untuk pengunjung dewasa dikenai tarif Rp 4.000, sedangkan anak-anak Rp 3.000.

Winda Nelfira
Oleh Winda Nelfira - Reporter
Tarif Ragunan Diusulkan Naik jadi Rp 10 Ribu, Ini Alasannya
Pengunjung melihat gajah saat berwisata di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta, Senin (25/12/2023). Taman Margasatwa Ragunan menjadi tempat wisata alternatif bagi masyarakat Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek) saat libur Hari Raya Natal 2023 dan Tahun Baru 2024. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Tarif masuk Taman Margasatwa Ragunan (TMR) di Jakarta Selatan diusulkan naik menjadi Rp 10 ribu. Saat ini, pengunjung dewasa dikenai tarif Rp 4.000, sedangkan anak-anak Rp 3.000.

Wacana tersebut dibahas Komisi C DPRD DKI Jakarta bersama pengelola TMR. Ketua Komisi C DPRD DKI Jakarta Dimaz Raditya mengatakan, penyesuaian tarif diperlukan untuk meningkatkan fasilitas dan pelayanan Ragunan.

Tarif Ragunan ini sudah 20 tahun tidak pernah naik. Sementara, kondisi ekonomi dan pendapatan masyarakat Jakarta terus meningkat,” ujar Dimaz dalam keterangannya, dikutip Minggu (6/9/2026).

Dimaz menegaskan, angka Rp 10 ribu belum menjadi keputusan final karena masih dalam tahap kajian. Ia menilai nominal tersebut masih rasional jika dibandingkan dengan harga tiket sejumlah destinasi wisata lain di Jakarta.

“Tarif sekarang paling mahal Rp 4.000. Rencana akan dinaikkan menjadi Rp 10.000, tetapi masih terus kami kaji perihal angka,” tutur dia.

Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth mengatakan, peningkatan tarif juga perlu diikuti pembenahan sarana dan prasarana. Salah satu aspek yang menjadi perhatian ialah keamanan kandang satwa.

“Beberapa waktu lalu ada anak yang terjatuh ke area kandang gajah. Nah, ini menjadi salah satu catatan kami dan kami berharap standar keamanan bisa ditingkatkan seiring penyesuaian tarif,” ungkap Kenneth.

Menurut Kenneth, penyesuaian tarif diharapkan dapat mengurangi ketergantungan TMR terhadap APBD DKI Jakarta. Saat ini, sekitar 70 persen biaya operasional Ragunan masih ditanggung pemerintah daerah.

“Harapan kami dengan adanya peningkatan tarif ini adalah Taman Margasatwa Ragunan bisa mandiri secara finansial. Efisiensi pada anggaran APBD nantinya bisa digunakan untuk program lain yang lebih membutuhkan,” kata Kenneth.

 

Kebutuhan Anggaran Ragunan

Kepala Taman Margasatwa Ragunan Endah Rumiyanti menyebut kebutuhan operasional TMR mencapai sekitar Rp 160 miliar per tahun. Sementara itu, pendapatan mandiri pengelola baru sekitar Rp 30 miliar per tahun.

“Total kebutuhan anggaran operasional kami per tahunnya mencapai sekitar Rp 160 miliar, tapi pendapatan mandiri yang mampu kami kumpulkan baru sekitar Rp 30 miliar per tahun. Artinya, tingkat subsidi dari pemerintah daerah masih berada di kisaran 70 persen,” ucap Endah.

Endah menyambut baik wacana penyesuaian tarif tersebut. Ia menegaskan, kebijakan itu bukan ditujukan untuk mengomersialkan kawasan, melainkan memperkuat pelayanan publik dan mendukung pengembangan Ragunan sesuai masterplan.

Pengembangan TMR diarahkan untuk memperkuat fungsi kawasan sebagai ruang rekreasi, konservasi, dan edukasi.

“Goal utamanya adalah menghadirkan ruang terbuka hijau dan kebun binatang berstandar internasional yang aman, nyaman, dan edukatif,” tandas Endah.

Rekomendasi