Presiden Iran Perintahkan Buka Kembali Akses Internet Internasional
Mekanisme yang menjelaskan kapan dan bagaimana Iran akan kembali terhubung ke jaringan internet global setelah keputusan tersebut masih belum terungkap.
Presiden Iran Masoud Pezehkian mengeluarkan perintah pembukaan kembali akses internet internasional. Hal ini terjadi setelah pemadaman internet yang berlangsung hampir 90 hari akibat perang melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel, seperti yang dikutip dari Al Arabiya. Laporan tersebut berasal dari kepala hubungan masyarakat di kementerian komunikasi Iran, Senin (25/5).
Menurut observatorium internet NetBlocks, pada hari yang sama, mayoritas warga Iran tidak dapat mengakses internet global selama 87 hari. Hanya sebagian kecil dari mereka yang memiliki akses ke VPN yang mahal dan canggih yang mampu melewati pembatasan tersebut.
Pemadaman internet ini awalnya diberlakukan oleh pemerintah Iran pada 8 Januari sebagai respons terhadap protes anti-pemerintah yang terjadi secara nasional. Meskipun koneksi internet sempat kembali normal pada Februari, pemadaman baru diberlakukan setelah serangan AS dan Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari.
Di tengah situasi ini, akses ke internet global di Iran tetap sangat dibatasi melalui penyensoran banyak situs web. Pemerintah Iran juga semakin bergantung pada jaringan intranet untuk menyediakan layanan digital, sehingga tidak tergantung pada internet global.