Update Terbaru: Iran Buka Wilayah Udara untuk Penerbangan Transit Internasional
Pembatalan penerbangan domestik dan internasional di wilayah utara, selatan, dan barat Iran masih diperpanjang hingga pukul 14.00 waktu setempat.
Pemerintah Iran mengumumkan pembukaan wilayah udara di bagian tengah dan barat negara itu untuk penerbangan transit internasional. Hal ini disampaikan juru bicara Kementerian Jalan dan Pengembangan Perkotaan Iran, Majid Akhavan.
"Berdasarkan keputusan Komite Koordinasi Organisasi Penerbangan Sipil, selain pembukaan wilayah udara di bagian timur untuk penerbangan domestik, internasional, dan transit, kini wilayah udara di bagian tengah dan barat Iran juga dibuka secara eksklusif untuk penerbangan transit internasional," ujar Akhavan seperti dikutip oleh kantor berita Nour News.
Sementara itu, pembatalan penerbangan domestik dan internasional di wilayah utara, selatan, dan barat Iran masih diperpanjang hingga pukul 14.00 waktu setempat pada 28 Juli, tambah laporan media tersebut.
Sebelumnya, pada hari Rabu, otoritas Iran telah mulai membuka kembali sebagian wilayah udaranya dan mengizinkan penerbangan domestik maupun internasional melintasi bagian timur negara itu.
Situasi di Timur Tengah memanas sejak 13 Juni, ketika Israel melancarkan serangan besar-besaran ke wilayah Iran dengan tuduhan bahwa Teheran tengah mengembangkan program nuklir militer secara diam-diam.
Polemik Program Nuklir
Iran merespons dengan meluncurkan serangan balasan ke target-target militer di dalam wilayah Israel. Iran juga membantah bahwa program nuklirnya memiliki dimensi militer, sebuah klaim yang didukung oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA), yang menyatakan tidak menemukan bukti bahwa Iran memiliki senjata nuklir.
Pada 22 Juni, Amerika Serikat melakukan serangan udara ke tiga fasilitas nuklir Iran yaitu Natanz, Fordow, dan Isfahan. Sebagai balasan, Iran menembakkan rudal ke Pangkalan Udara Al Udeid milik AS di Qatar pada hari Senin.
Presiden AS Donald Trump kemudian menyatakan pada Senin malam bahwa Israel dan Iran telah menyepakati gencatan senjata yang akan berlaku resmi dalam 24 jam sebagai akhir dari 'perang 12 hari.
Pada Selasa, Trump menegaskan bahwa gencatan senjata antara Iran dan Israel telah mulai diberlakukan, dan meminta kedua pihak untuk tidak melanggarnya.