Menkeu Purbaya Kurban 2 Ekor Sapi Pakai Uang Sendiri, Bukan dari APBN
Selain di DJP, Purbaya juga menyerahkan satu ekor sapi kurban lain di dekat kediaman pribadinya di kawasan Ciganjur, Jakarta Selatan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyerahkan 2 ekor sapi kurban pada Iduladha 1447 Hijriah. Seekor di antaranya diserahkan untuk dilakukan pemotongan di Kantor Pusat Ditjen Pajak(DJP) Kementerian Keuangan, Jakarta, pada Rabu (27/5).
Purbaya menjelaskan, kurban sapi yang ditaruh di DJP merupakan satu ras sapi yang berasal dari Swiss. Namun, Sang Bendahara Negara tidak membocorkan berapa dana yang dirogohnya untuk mendapat sapi tersebut.
"Sapinya (beratnya) 890 kiloan kira-kira, jenisnya sapi simmental, jenis sapi potong," kata Purbaya.
Selain di DJP, Purbaya juga menyerahkan satu ekor sapi kurban lain di dekat kediaman pribadinya di kawasan Ciganjur, Jakarta Selatan. "Kayaknya (berat sapinya) lebih gede daripada ini," ucap dia.
Dalam melaksanakan kurban tersebut, ia mengaku dana untuk membeli berasal dari kocek pribadinya, bukan dari APBN. Terlebih Purbaya batal melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci pada tahun ini, sehingga ia bisa menyimpan dana lebih untuk membeli dua hewan kurban berukuran besar.
"Pakai dana pribadi lah, yang rumah juga dana pribadi," tegas Purbaya.
"Terus kan enggak jadi haji. (Sedih enggak jadi haji?) Ya sedih, tapi emang bukan rezeki. Santai saja lah. Mungkin tahun depan bisa," beber dia.
Pegawai Kemenkeu Turun Himpun Dana
Tak hanya Purbaya, sebanyak 1.790 pegawai Kementerian Keuangan turut menghimpun partisipasi mandiri dalam menyalurkan hewan kurban di berbagai unit eselon I di seluruh Indonesia.
Kemenkeu pada tahun ini menyalurkan sebanyak 486 hewan kurban, terdiri dari 262 sapi dan 224 kambing.
Saat ditanyai perihal 1.098 kurban sapi oleh Presiden Prabowo Subianto yang diklaim menggunakan APBN senilai Rp100 miliar, Purbaya tidak banyak berbicara.
"Saya enggak tau masalah itu, tanya Mensesneg. Tapi rasanya sih uang mereka sendiri," kata Purbaya.