Gagahnya Brawijaya dan Jack, Sapi Kurban Prabowo-Gibran di Masjid Istiqlal
Sapi milik Prabowo memiliki bobot 1,25 ton. Sementara, Gibran berbobot 1,1 ton.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikono, menyerahkan sapi kurban milik Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke perwakilan Masjid Istiqlal, Jakarta.
"Saya mendapatkan tugas dari Bapak Presiden dan juga Bapak Wapres untuk menyerahkan hewan kurban kepada Masjid Istiqlal. Barusan kita serahkan," kata Pratikno, di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (6/6).
Sapi milik Prabowo memiliki bobot 1,25 ton. Sementara, Gibran berbobot 1,1 ton.
Saat ditanya, perihal nama sapi Prabowo dan Gibran, Pratikno membenarkan jika diberi nama Brawijaya dan Jack.
"Iya," jawab singkat Pratikno.
Pantauan di lokasi, Jumat (6/6), lokasi penempatan dua sapi kurban itu berada di sekitar pintu VIP Masjid Istiqlal Jakarta. Sebuah tenda merah putih dibangun di bawah pepohonan, yang menjadi tempat hewan tersebut berteduh.
Sapi kurban Prabowo dan Gibran berwarna cokelat dengan moncong putih agak merah muda. Kedua hewan tersebut ditambatkan dalam pagar kecil.
Jemaah salat Iduladha 2025 dan pengunjung tampak antusias mengambil foto dan video sapi limousin berukuran raksasa itu.
Plt Imam Besar Masjid Istiqlal Mulawarman Hannase menjelaskan, penyembelihan sapi kurban Prabowo-Gibran akan dilaksanakan pada Sabtu, 7 Juni 2025 besok, dimulai pulul 07.00 WIB. Total ada sebanyak ada 50 sapi dan 79 kambing yang akan dikurbankan di masjid tersebut.
“Kita ada skema, jadi pembagian distribusi hewan kurban di Istiqlal itu dengan bermitra dengan yayasan-yayasan. Apakah yayasan pendidikan, yayasan majelis taklim, yayasan yatim piatu. Untuk menghindari crowded kalau pembagian dilakukan secara umum karena jumlahnya cukup besar," ungkapnya.
Artinya, kata dia, tidak ada pembagian kupon daging kurban di Masjid Istiqlal Jakarta. Sementara untuk agenda makan bersama 2.000 anak yatim hasil daging kurban Prabowo, baru akan digelar pada Minggu, 8 Juni 2025.
“Asal anak yatimnya dari Jabodetabek yang bekerja sama dengan yayasan-yayasan,” kata Mulawarman menandaskan.