Otoritas Bandara Israel telah mengumumkan penutupan total wilayah udaranya untuk semua penerbangan penumpang pada Selasa (24/6), sebagai respons terhadap serangan udara terbaru dari Iran. Keputusan ini juga mencakup larangan bagi penerbangan darurat yang sebelumnya masih diizinkan untuk mendarat dan lepas landas, sesuai dengan situasi perang yang sedang berlangsung, sebagaimana dilaporkan oleh AP pada hari yang sama.
Media lokal melaporkan bahwa sejumlah pesawat terpaksa berputar-putar di atas Laut Mediterania karena tidak mendapatkan izin untuk mendarat di bandara Israel. Ketidakpastian di langit Israel semakin meningkat seiring dengan eskalasi konflik yang kini semakin agresif dengan Iran.
Sejak awal konflik, semua bandara di Israel telah ditutup untuk penerbangan komersial, tetapi dalam beberapa hari terakhir, pihak berwenang memberikan pengecualian untuk penerbangan darurat. Kini, bahkan pengecualian tersebut telah dicabut akibat ancaman serangan udara yang terus berlanjut.
Penutupan wilayah udara ini merupakan bagian dari langkah-langkah keamanan yang komprehensif di tengah ketegangan yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Israel terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi serangan lebih lanjut, termasuk dari udara yang dapat mengincar infrastruktur penting negara tersebut.