Update Konflik AS dan Iran: Hampir Sepakat Akhiri Perang
AS dan Iran disebut hampir menyepakati nota penghentian perang serta kerangka negosiasi nuklir dan pembukaan Selat Hormuz.
Amerika Serikat (AS) dan Iran dilaporkan hampir mencapai kesepakatan awal untuk mengakhiri konflik sekaligus membuka jalan bagi negosiasi nuklir yang lebih rinci.
Laporan Axios menyebut kedua negara tengah membahas nota kesepahaman sepanjang satu halaman. Di dalamnya disebut-sebut memuat kerangka penghentian perang dan pembicaraan lanjutan.
Mengutip sumber yang mengetahui proses negosiasi, laporan itu menyebut Washington berharap Iran memberikan respons dalam 48 jam terhadap sejumlah isu utama.
Meski belum mencapai kesepakatan final, kondisi tersebut disebut menjadi titik paling dekat antara kedua negara sejak perang pecah pada akhir Februari 2026.
Bahas Nuklir hingga Selat Hormuz
Dalam rancangan kesepakatan, Iran diminta menghentikan sementara pengayaan nuklir. Sebagai imbalannya, Amerika Serikat akan mencabut sebagian sanksi dan membuka akses terhadap dana Iran yang selama ini dibekukan.
Draf itu juga memuat pelonggaran pembatasan pelayaran di Selat Hormuz yang selama beberapa bulan terakhir menjadi titik ketegangan utama.
Laporan tersebut menyebut Presiden Donald Trump menunda operasi baru di kawasan Selat Hormuz demi menjaga momentum gencatan senjata dan proses negosiasi.
Nota kesepahaman berisi 14 poin itu dinegosiasikan oleh utusan Trump, yakni Steve Witkoff dan Jared Kushner, bersama sejumlah pejabat Iran melalui jalur langsung maupun mediator.
Negosiasi 30 Hari
Rancangan kesepakatan juga mencakup penghentian perang dan pembukaan masa negosiasi selama 30 hari.
Dalam periode tersebut, kedua negara akan membahas pembukaan kembali jalur Selat Hormuz, pembatasan program nuklir Iran, serta pencabutan sanksi ekonomi.
Perundingan lanjutan disebut berpotensi digelar di Islamabad atau Jenewa.
Selama proses berjalan, pembatasan pelayaran Iran dan blokade laut Amerika Serikat akan dilonggarkan secara bertahap.
Axios juga melaporkan Washington dapat kembali menerapkan blokade atau melanjutkan operasi militer apabila negosiasi gagal mencapai hasil.
Salah satu poin yang masih diperdebatkan ialah durasi moratorium pengayaan nuklir Iran. Teheran disebut mengusulkan masa lima tahun, sementara Amerika Serikat menginginkan hingga 20 tahun, dengan opsi kompromi di kisaran 12 hingga 15 tahun.