Indonesia dan 9 Negara Lain Desak Israel Bebaskan Aktivis Global Sumud Flotilla
Sepuluh negara, termasuk Indonesia, mengecam serangan terbaru Israel terhadap Global Sumud Flotilla yang dianggap melanggar hak asasi manusia.
Para menteri luar negeri (Menlu) dari sejumlah negara, termasuk Turki, Bangladesh, Brasil, Kolombia, Indonesia, Yordania, Libya, Maladewa, Pakistan, dan Spanyol, mengeluarkan pernyataan bersama pada Senin (18/5/2026) yang mengecam keras serangan terbaru Israel terhadap Global Sumud Flotilla.
Dalam pernyataan tersebut, mereka menyatakan, "Menlu Turki, Bangladesh, Brasil, Kolombia, Indonesia, Yordania, Libya, Maladewa, Pakistan, dan Spanyol mengutuk dengan sekeras-kerasnya serangan terbaru Israel terhadap Global Sumud Flotilla, sebuah inisiatif kemanusiaan sipil yang damai yang bertujuan menarik perhatian internasional terhadap penderitaan kemanusiaan yang sangat parah yang dialami rakyat Palestina," menurut kutipan dari situs resmi Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI).
Lebih lanjut, pernyataan tersebut mencerminkan keprihatinan mendalam para menteri mengenai intervensi Israel terhadap flotila-flotila sebelumnya yang beroperasi di perairan internasional.
"Para menteri mengingat kembali dengan keprihatinan mendalam intervensi Israel terhadap flotila-flotila sebelumnya di perairan internasional dan mengecam berlanjutnya tindakan permusuhan yang menargetkan kapal-kapal sipil serta para aktivis kemanusiaan. Serangan-serangan tersebut, termasuk serangan terhadap kapal-kapal dan penahanan sewenang-wenang terhadap para aktivis, merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional dan hukum humaniter internasional," bunyi pernyataan tersebut. Para menteri juga menekankan pentingnya keselamatan para peserta sipil dalam flotila dan menuntut agar semua aktivis yang ditahan segera dibebaskan.
Dalam konteks ini, Steering Committee Global Sumud Indonesia, Maimon Herawati, menyampaikan informasi mengenai lima warga negara Indonesia (WNI) yang saat ini diculik oleh Israel.
"Jadi jumlah yang terkonfirmasi saat ini diculik oleh Israel lima orang, yaitu empat wartawan, Toudy dan Abeng dari Republika, Heru dari I-News, dan Andre dari Tempo. Lalu relawan kami dari Rumah Zakat, yaitu Angga. Jika melihat dari video yang dikeluarkan oleh Kemenlu Israel, kondisi teman-teman sepertinya, saya tidak bisa melihat langsung wajah teman dari Indonesia ya, tapi sepertinya aman," ujar Maimon.