PM Malaysia Kecam Penahanan Aktivis Kemanusiaan Flotilla oleh Israel
Israel kembali menahan lebih dari 100 aktivis kemanusiaan Gaza Global Sumud Flotilla di perairan internasional.
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim kembali mengecam tindakan Israel yang menahan lebih dari 100 aktivis kemanusiaan Gaza Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0.
"Tindakan yang dilakukan terhadap misi bantuan kemanusiaan tersebut bukan saja melanggar hak asasi manusia dan hukum internasional, tetapi juga memperlihatkan kesewenang-wenangan rezim Zionis dalam menutup akses bantuan, membungkam suara kemanusiaan, serta menindas siapa pun yang bangkit mempertahankan dan membela rakyat Palestina," tegas Anwar Ibrahim dalam pernyataan di Kuala Lumpur, Senin, seperti dilansir Antara.
Anwar menyatakan dari seratusan aktivis yang ditahan itu terdapat 16 aktivis dari Malaysia yang ikut ditawan.
Dunia Tidak Boleh Tunduk
Malaysia dengan tegas mengecam tindakan tersebut dan menuntut jaminan keselamatan serta pembebasan segera seluruh aktivis.
Anwar menekankan dunia tidak boleh terus-menerus tunduk pada kezaliman. Menurut dia penindasan terhadap rakyat Palestina dan terhadap mereka yang menggalang serta membawa bantuan kemanusiaan harus segera dihentikan.
"Israel harus mempertanggungjawabkan tindakannya," tegas Anwar Ibrahim.
Ini bukan pertama kali Anwar Ibrahim mengeluarkan pernyataan keras atas aksi Israel terhadap aktivis kapal kemanusiaan flotilla. Dalam insiden penahanan sebelumnya Anwar juga secara langsung bersuara mengecam aksi militer Israel terhadap para aktivis.
Upaya Kemlu
Anwar Ibrahim juga tidak ragu melakukan dialog dengan pemimpin negara-negara sahabat dalam upaya pembebasan para aktivis.
Sebagai informasi, Israel kembali menahan aktivis kapal flotilla bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza. Dalam rombongan yang ditahan itu terdapat sembilan warga negara Indonesia, termasuk sekurangnya tiga wartawan media nasional.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri RI terus berupaya memastikan keselamatan para warga negara Indonesia (WNI) peserta Global Sumud Flotilla ke Jalur Gaza yang terdampak pencegatan oleh pasukan Zionis Israel.