Peserta Pendidikan Lemhanas Diperlihatkan Dampak Nyata Korupsi
Ace Hasan Syadzily menegaskan pentingnya pendidikan antikorupsi bagi calon pimpinan nasional melalui kunjungan peserta Lemhannas ke Rupbasan KPK.
Gubernur Lemhanas Ace Hasan Syadzily menegaskan pentingnya penguatan integritas dan pendidikan antikorupsi bagi calon pimpinan nasional melalui kunjungan peserta Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N) ke Gedung Rupbasan KPK.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari workshop peningkatan integritas dan pendidikan antikorupsi yang digelar selama dua hari oleh Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia bersama Komisi Pemberantasan Korupsi.
“Kami selama dua hari ini mengadakan workshop tentang pelatihan peningkatan integritas, penguatan integritas, dan pendidikan antikorupsi bagi peserta Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional atau P3N Lemhannas Republik Indonesia,” kata Ace saat berkunjung ke Gedung Rupbasan KPK, Selasa (19/5/2026).
Peserta Diajak Lihat Dampak Korupsi Secara Langsung
Ace menjelaskan materi penguatan integritas sebelumnya telah diberikan di lingkungan kelas Lemhannas.
Namun, menurut dia, pembelajaran lapangan juga diperlukan agar peserta memahami dampak nyata dari tindak pidana korupsi.
Dalam kunjungan tersebut, peserta diperlihatkan berbagai barang sitaan hasil korupsi yang telah dirampas negara.
“Nah, sengaja oleh KPK dibawa ke Rupbasan ini agar apa pun bentuk korupsi yang merugikan negara, maka hasil dari korupsi itu akan diambil alih oleh negara dan diserahkan kepada negara,” ujarnya.
Ace mengatakan langkah tersebut diharapkan memperkuat kesadaran para peserta bahwa hasil korupsi tidak akan memberi manfaat karena pada akhirnya akan disita negara.
Menurut Ace, kunjungan ke Rupbasan KPK menjadi bagian penting untuk membangun komitmen pemberantasan korupsi di kalangan calon pimpinan nasional.
“Kami juga ingin menunjukkan kepada para peserta pendidikan pentingnya integritas tersebut dengan melakukan komitmen untuk memberantas korupsi,” tuturnya.
Ia juga berharap pembelajaran tersebut memperkuat pemahaman peserta mengenai prinsip tata kelola pemerintahan yang baik atau good governance.
“Kita harapkan tentu dengan dibawanya peserta ke Rupbasan ini akan semakin memperkuat komitmen dari para peserta pendidikan kita sebagai pimpinan nasional agar integritas mereka tetap terjaga, komitmen terhadap pemberantasan korupsi juga semakin kuat,” kata Ace.
Sebanyak 85 peserta mengikuti kegiatan tersebut yang berasal dari unsur TNI, Polri, kementerian, perguruan tinggi, lembaga negara, hingga organisasi masyarakat dalam Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional Angkatan ke-27.