Noel Ebenezer: Saya Menyesal Sekali Menjadi Wakil Menteri
Noel merasa kerja kerasnya sebagai wakil menteri selama 10 bulan tidak dihargai.
Wakil Menteri Ketenagakerjaan periode 2024–2025, Immanuel 'Noel' Ebenezer mengaku menyesal menjadi bagian Kabinet Prabowo Subianto. Hal itu diungkapkan Noel usai menjadi salah satu terdakwa dalam kasus korupsi dugaan pemerasan sertifikasi K3 di Kementerian Ketenagakerjaan.
Noel merasa kerja kerasnya sebagai wakil menteri selama 10 bulan tidak dihargai. Justru sebaliknya, dia malah berhadapan dengan hukum usai berhasil mengembalikan banyak ijazah pegawai ditahan perusahaan dan wajib ditebus dengan sejumlah nominal tidak kecil.
"Jadi saya menyesal sekali menjadi Wakil Menteri. Kalau seandainya menjadi Wakil Menteri, jadi pejabat, saya menyelamatkan duit buruh, duit buruh itu ratusan miliar. Pertama, contoh sederhana aja apa, tenaga kerja di industri penerbangan, di Lion Air. Ada berapa puluh ribu tuh yang saya selamatkan? Soal terkait apa, praktik penahanan ijazah yang minta tebusan," ujar Noel.
"Satu ijazah pramugari itu minta tebusan Rp40 juta. Kalau 10.000 orang, berapa? Rp400 miliar yang saya selamatkan. Belum tenaga kerja medis yang lain, dokter. Dokter itu diperas ini sampai Rp300 juta. Berapa banyak dokter yang saya selamatkan? Belum buruh-buruh tenaga kerja yang lain, belum outsourcing," ujar Noel.
Noel Mengaku Uang Diselamatkannya Lebih Besar Dilakukan KPK
Noel mengaku berani bertaruh uang diselamatkannya lebih besar dari KPK lakukan dalam menangani perkaranya.
"KPK dengan saya, lebih banyak menyelamatkan duit rakyat ya saya, bukan KPK. Kita adu aja KPK dengan saya, gitu lho. Ya hari ini jujur saya marah sekali lah ya!" Noel menandasi.