Setelah Peras Buruh, Noel Kini Berharap Uluran Tangan Prabowo
Noel tidak mengakui aksinya bersam 10 orang lain yang juga ikut ditangkap dan ditahan KPK.
Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer, yang akrab disapa Noel, resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerasan. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menahan Noel dan memakaikannya rompi oranye usai menjalani pemeriksaan intensif.
Namun, tampaknya Noel tidak mengakui aksinya bersam 10 orang lain yang juga ikut ditangkap dan ditahan KPK. Kepada publik sebelum masuk ke dalam mobil tahanan, Ketua Relawan Prabowo Mania 08 ini masih berharap dirinya bisa mendapatkan amnesti atau pengampunan dari Presidenn.
"Semoga saya mendapat amnesti dari Presiden Prabowo," kata Noel di Gedung Merah Putih KPK Jakarta, Jumat (22/8).
Sebagai informasi, modus kejahatan digunakan Noel dan 10 tersangka lainnya adalah memeras para buruh yang mengurus sertifikasi kesehatan keselamatan kerja atau K3. Dia menyebut, buruh diharuskan membayar biaya sebesar Rp6 juta. Padahal, biaya pengurusan sertifikasi K3 sebetulnya hanya Rp275 ribu.
Bila para buruh tidak membayar Rp6 juta, maka proses pengurusan sertifikasi K3 diperlambat, dipersulit, bahkan tidak diproses.
Budi menambahkan, biaya sertifikasi K3 yang dipatok sebesar Rp6 juta atau dua kali lipat dari gaji yang diterima para buruh.
Dari pemerasan yang dilakukan, Noel mengantongi uang sebesar Rp3 miliar. Bukan cuma itu, Noel juga menerima satu motor.