Antasyafi Robby Al Hilmi Raih Perak di World Climbing Series Madrid 2026, Kibarkan Merah Putih
Atlet panjat tebing Indonesia, Antasyafi Robby Al Hilmi, berhasil meraih medali perak di World Climbing Series Madrid 2026. Simak perjuangan Robby hingga podium dan detail kompetisi lainnya!
Atlet panjat tebing Indonesia, Antasyafi Robby Al Hilmi, sukses mengharumkan nama bangsa dengan meraih medali perak. Prestasi gemilang ini dicetak dalam nomor speed putra World Climbing Series Madrid 2026. Perlombaan bergengsi tersebut berlangsung di Alcobendas, Spanyol, pada Senin dini hari WIB.
Robby menunjukkan performa luar biasa sepanjang kompetisi, mengalahkan sejumlah lawan tangguh dari berbagai negara. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata potensi besar atlet panjat tebing Indonesia di kancah internasional. Medali perak ini menambah daftar panjang prestasi olahraga Indonesia.
Meskipun harus puas di posisi kedua, pencapaian Robby sangat patut diapresiasi. Ia menjadi satu-satunya wakil Merah Putih yang berhasil membawa pulang medali dari seri Madrid ini. Keberhasilan ini diharapkan dapat memicu semangat atlet lainnya.
Perjalanan Gemilang Antasyafi Robby Al Hilmi di Madrid
Antasyafi Robby Al Hilmi memulai perjalanannya di putaran final World Climbing Series Madrid 2026 dengan performa impresif. Pada babak 16 besar, Robby mencatatkan waktu 4,91 detik. Catatan waktu tersebut berhasil mengungguli wakil China, Ziyu Zhou.
Langkah Robby berlanjut ke perempat final, di mana ia kembali menunjukkan kecepatan yang memukau. Robby mencetak waktu 5,27 detik, jauh lebih cepat dari kompetitornya asal Amerika, Michael Hom, yang mencatat 6,60 detik. Kemenangan ini membawanya ke babak semifinal.
Babak semifinal menjadi laga yang sangat sengit dan penuh ketegangan bagi Robby. Ia berhasil mencatatkan waktu 4,72 detik, hanya terpaut 0,06 detik dari lawannya asal Amerika, Zach Hammer. Keberhasilan tipis ini memastikan Robby melaju ke babak perebutan medali emas.
Duel Sengit Perebutan Medali Emas
Di babak final, Antasyafi Robby Al Hilmi berhadapan dengan atlet panjat tebing asal China, Shuhong Chu. Pertarungan memperebutkan medali emas ini berlangsung sangat ketat. Kedua atlet menunjukkan kecepatan yang luar biasa di dinding panjat.
Robby menorehkan waktu 4,81 detik dalam perlombaan penentuan tersebut. Meskipun merupakan catatan waktu yang sangat cepat, waktu ini sedikit lebih lambat dari Shuhong Chu. Atlet China tersebut berhasil mencatat waktu 4,75 detik.
Dengan selisih waktu hanya 0,06 detik, Robby harus puas dengan medali perak. Namun, pencapaian ini tetap merupakan hasil yang membanggakan. Medali perak ini menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan di olahraga panjat tebing dunia.
Perjuangan Atlet Indonesia Lainnya
Selain Antasyafi Robby Al Hilmi, Indonesia juga mengirimkan beberapa atlet terbaiknya di nomor speed putra. Namun, dua wakil Indonesia lainnya, Veddriq Leonardo dan Raharjati Nursamsa, tidak mampu melaju lebih jauh di putaran final. Veddriq terhenti di babak 16 besar setelah mengalami Fall saat melawan Matteo Zurloni dari Italia.
Raharjati Nursamsa berhasil melaju hingga perempat final, namun langkahnya terhenti di babak delapan besar. Ia juga mengalami Fall saat berkompetisi dengan wakil China, Jie Yang. Sementara itu, Aditya Tri Syahria gagal melangkah ke putaran final setelah menempati posisi ke-27 di babak kualifikasi.
Di sektor putri, ketiga atlet Indonesia yang diturunkan Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) berhasil melaju ke putaran final. Mereka adalah Desak Made Rita Kusuma Dewi, Rajiah Sallsabillah, dan Berthidgna Devi Surya Kusuma. Sayangnya, ketiganya tidak mampu melangkah jauh.
Rajiah Sallsabillah mencapai perempat final, sementara Desak Made Rita Kusuma Dewi terhenti di babak 16 besar setelah Fall melawan Sophia Curcio dari Amerika. Berthidgna Devi Surya Kusuma juga kandas di babak 16 besar dengan waktu 6,83 detik, kalah dari Emma Hunt (Amerika) yang mencatat 6,24 detik dan kemudian meraih medali emas.
Kontingen FPTI di World Climbing Series Madrid 2026
PP FPTI mengirimkan total tujuh atlet disiplin speed untuk mengikuti World Climbing Series Madrid 2026. Kontingen ini terdiri dari empat atlet di sektor putra. Mereka adalah Antasyafi Robby Al Hilmi, Veddriq Leonardo, Raharjati Nursamsa, dan Aditya Tri Syahria.
Sementara itu, di sektor putri, FPTI mempercayakan tiga atlet untuk berlaga. Ketiga atlet putri tersebut adalah Desak Made Rita Kusuma Dewi, Rajiah Sallsabillah, dan Berthidgna Devi Surya Kusuma. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen Indonesia dalam ajang panjat tebing internasional.
Keikutsertaan kontingen ini bertujuan untuk memberikan pengalaman bertanding. Selain itu, ajang ini juga menjadi kesempatan untuk mengukur kemampuan atlet Indonesia. Partisipasi ini diharapkan dapat meningkatkan prestasi panjat tebing nasional di masa depan.
Sumber: AntaraNews