Tiga Atlet Panjat Tebing Putri Indonesia Lolos ke Final World Climbing Series Madrid 2026
Tiga atlet panjat tebing putri kebanggaan Indonesia berhasil melaju ke putaran final World Climbing Series Madrid 2026, menunjukkan potensi besar tim Merah Putih di kancah internasional.
Tiga atlet panjat tebing putri Indonesia berhasil menunjukkan performa gemilang di ajang World Climbing Series Madrid 2026. Mereka sukses melaju ke putaran final nomor speed putri setelah melewati babak kualifikasi yang ketat di Spanyol pada Minggu. Keberhasilan ini menjadi angin segar bagi Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) setelah hasil kurang memuaskan di seri sebelumnya.
Para atlet yang berhasil menembus babak 16 besar tersebut adalah Desak Made Rita Kusuma Dewi, Rajiah Sallsabillah, dan Berthidgna Devi Surya Kusuma. Ketiga nama ini merupakan representasi penuh dari sektor speed putri yang dikirimkan FPTI untuk kompetisi bergengsi ini. Mereka akan kembali berlomba di putaran final yang dijadwalkan pada Minggu sekitar pukul 23.00 WIB.
Pencapaian ini menandai momentum penting bagi Indonesia dalam upaya meraih prestasi terbaik di kancah panjat tebing dunia. Sebelumnya, tim nasional menghadapi tantangan berat di World Climbing Series Wujiang 2026 di China. Kini, harapan besar disematkan kepada para atlet putri ini untuk membawa pulang medali dari Madrid.
Performa Gemilang di Babak Kualifikasi
Dalam babak kualifikasi nomor speed putri, total 48 atlet dari berbagai negara turut bersaing memperebutkan tempat di babak selanjutnya. Tiga wakil Indonesia menunjukkan konsistensi dan kecepatan yang luar biasa untuk mengamankan posisi mereka di 16 besar. Ini membuktikan bahwa persiapan matang yang dilakukan oleh FPTI membuahkan hasil yang positif.
Desak Made Rita Kusuma Dewi berhasil menempati peringkat keempat dalam kualifikasi. Atlet asal Bali ini mencatatkan waktu 6,58 detik di jalur B, meski sedikit lebih lambat dengan 7,81 detik di jalur A. Performa Desak Made konsisten menempatkannya sebagai salah satu unggulan di nomor speed putri.
Skenario serupa juga dialami oleh Rajiah Sallsabillah yang menempati urutan kesembilan. Atlet asal Banten tersebut berhasil menorehkan waktu 6,81 detik di jalur B, namun kemudian mencatat waktu 9,24 detik di jalur A. Kecepatan awal Rajiah menjadi kunci keberhasilannya melaju ke babak final.
Sementara itu, Berthidgna Devi Surya Kusuma menutup daftar 16 besar dengan catatan waktu 8,28 detik di jalur A dan 7,07 detik di jalur B. Keberhasilan ketiga atlet ini secara bersamaan menunjukkan kekuatan merata tim speed putri Indonesia. Mereka siap bersaing untuk meraih podium di Madrid.
Harapan Medali di Final Madrid dan Tantangan Sektor Putra
Setelah melalui babak kualifikasi yang menegangkan, ketiga atlet panjat tebing putri ini akan kembali berlomba di putaran final pada Minggu malam. Fokus utama adalah mempertahankan performa terbaik dan mengoptimalkan setiap gerakan untuk meraih waktu tercepat. Dukungan penuh dari seluruh masyarakat Indonesia diharapkan dapat memotivasi mereka.
Di sektor putra, Indonesia juga memiliki perwakilan yang akan bersaing di babak kualifikasi. Mereka adalah Veddriq Leonardo, Antasyafi Robby Al Hilmi, Raharjati Nursamsa, dan Aditya Tri Syahria. Keempat atlet ini diharapkan dapat mengikuti jejak rekan-rekan putri mereka dan juga melaju ke babak selanjutnya. Persaingan di sektor putra juga diprediksi akan sangat ketat.
Keikutsertaan di World Climbing Series Madrid 2026 ini menjadi ajang pembuktian bagi tim panjat tebing Indonesia. Sebelumnya, pada seri Wujiang 2026 di China, Desak Made menjadi satu-satunya peraih medali untuk Indonesia. Sektor putra saat itu gagal menyumbangkan medali, sehingga harapan besar kini tertumpu pada performa di Madrid.
FPTI mengirimkan total sembilan atlet speed ke seri Wujiang, terdiri dari lima atlet putra dan empat atlet putri. Evaluasi menyeluruh telah dilakukan untuk memastikan persiapan yang lebih baik di Madrid. Dengan lolosnya tiga atlet putri ke final, ini menjadi indikasi positif bahwa strategi dan latihan telah membuahkan hasil yang diharapkan.
Sumber: AntaraNews