Empat Atlet Panjat Tebing Indonesia Lolos Final Speed World Climbing Series Wujiang 2026
Empat atlet panjat tebing speed putra Indonesia, Raharjati Nursamsa, Kiromal Katibin, Aditya Tri Syahria, dan Veddriq Leonardo, sukses melaju ke final World Climbing Series Wujiang 2026 di China.
Empat atlet panjat tebing disiplin speed putra Indonesia berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan menembus putaran final World Climbing Series Wujiang 2026 di China pada Minggu, 10 Mei 2026. Mereka adalah Raharjati Nursamsa, Kiromal Katibin, Aditya Tri Syahria, dan Veddriq Leonardo, yang menunjukkan dominasi kuat di babak kualifikasi. Keberhasilan ini menjadi sinyal positif bagi kontingen Indonesia dalam perburuan medali di ajang bergengsi tersebut.
Pada babak kualifikasi nomor speed individual yang diikuti oleh total 58 atlet dari berbagai negara, keempat wakil Tanah Air ini sukses melaju ke babak 16 besar. Sementara itu, satu atlet lainnya, Antasyafi Robby Al Hilmi, harus menghentikan perjuangannya setelah tidak berhasil melanjutkan ke babak berikutnya. Performa impresif para atlet yang lolos ini menandakan persiapan matang yang telah mereka jalani.
Dalam sesi kualifikasi yang ketat, Raharjati Nursamsa, Kiromal Katibin, Aditya Tri Syahria, dan Veddriq Leonardo masing-masing menempati peringkat kedelapan hingga ke-11. Raharjati mencatatkan waktu terbaik 4,84 detik, diikuti Kiromal dengan 4,87 detik, serta Aditya dan Veddriq yang sama-sama mencetak 4,88 detik. Catatan waktu ini membuktikan kecepatan dan konsistensi mereka di lintasan panjat.
Dominasi Atlet Speed Indonesia di Babak Kualifikasi
Raharjati Nursamsa memimpin rekan-rekannya dengan catatan waktu tercepat 4,84 detik dari dua kali kesempatan kualifikasi. Performa konsisten juga ditunjukkan oleh Kiromal Katibin yang hanya terpaut tipis dengan 4,87 detik, membuktikan bahwa ia masih menjadi salah satu andalan Indonesia di nomor speed. Aditya Tri Syahria dan Veddriq Leonardo juga tidak kalah cemerlang, keduanya berhasil mencatatkan waktu identik 4,88 detik, memastikan empat posisi di babak final untuk Indonesia.
Sementara itu, Antasyafi Robby Al Hilmi, atlet speed putra lainnya, menempati posisi ke-19 dengan torehan waktu terbaik 4,97 detik. Meskipun belum berhasil melanjutkan perjuangan ke babak berikutnya, partisipasinya menambah pengalaman berharga bagi tim Indonesia. Hasil kualifikasi ini menunjukkan kedalaman talenta atlet panjat tebing Indonesia di kancah internasional.
Keberhasilan empat atlet ini menembus babak final merupakan hasil dari latihan keras dan strategi yang tepat. Mereka mampu bersaing dengan atlet-atlet top dunia dan menunjukkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar di disiplin panjat tebing speed. Fokus kini beralih ke babak final, di mana mereka akan berjuang untuk meraih podium.
Menuju Puncak Final World Climbing Series Wujiang 2026
Setelah melewati babak kualifikasi yang menegangkan, keempat atlet اندalan Indonesia tersebut kembali berlomba dalam putaran final pada Minggu malam, pukul 20.00 waktu setempat. Babak final ini menjadi kesempatan emas bagi mereka untuk membuktikan kemampuan terbaik dan mengharumkan nama bangsa di World Climbing Series Wujiang 2026.
Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) telah mengirimkan total 13 atlet untuk mengikuti World Climbing Series Wujiang 2026, yang diselenggarakan oleh International Federation of Sport Climbing (IFSC) di China, pada 8-10 Mei 2026. Kontingen ini dipersiapkan secara matang untuk menghadapi persaingan ketat di berbagai disiplin.
Indonesia menurunkan lima atlet putra dan empat atlet putri untuk berlaga di nomor speed, sementara nomor lead akan mengandalkan masing-masing dua atlet putra maupun putri. Komposisi tim ini dirancang untuk memaksimalkan peluang meraih medali di setiap kategori.
Kontingen Lengkap Indonesia di Wujiang 2026
Sembilan atlet yang berlaga di nomor speed meliputi Veddriq Leonardo, Kiromal Katibin, Antasyafi Robby Al Hilmi, Aditya Tri Syahria, dan Raharjati Nursamsa untuk sektor putra. Di sektor putri, Indonesia diwakili oleh Desak Made Rita, Kadek Adi Asih, Rajiah Salsabillah, dan Berthdigna Devi. Mereka semua adalah atlet-atlet terbaik yang dimiliki Indonesia.
Untuk nomor lead, Indonesia mengandalkan dua atlet putra dan dua atlet putri yang memiliki kemampuan mumpuni dalam memanjat jalur-jalur sulit. Nama-nama atlet lead ini diharapkan dapat memberikan kejutan dan menambah pundi-pundi medali bagi Indonesia. Keikutsertaan kontingen lengkap ini menunjukkan keseriusan PP FPTI dalam mengembangkan olahraga panjat tebing di Indonesia.
Dengan dukungan penuh dari PP FPTI dan doa seluruh masyarakat Indonesia, para atlet diharapkan dapat tampil maksimal di babak final. Target untuk membawa pulang medali dari World Climbing Series Wujiang 2026 menjadi motivasi utama bagi setiap atlet yang bertanding. Prestasi ini juga menjadi bagian dari upaya Indonesia untuk terus bersinar di panggung olahraga dunia.
Sumber: AntaraNews