Tim Panjat Tebing Speed Putra Indonesia Gagal Raih Medali di World Series Wujiang 2026
Tim panjat tebing speed putra Indonesia harus pulang tanpa medali dari ajang World Climbing Series Wujiang 2026 di China, meskipun Veddriq Leonardo dan Raharjati Nursamsa sempat melaju ke perempat final. Bagaimana perjuangan wakil Merah Putih di kompetisi
Tim panjat tebing disiplin speed putra Indonesia belum berhasil membawa pulang medali dari ajang World Climbing Series Wujiang 2026. Kompetisi bergengsi yang diselenggarakan oleh International Federation of Sport Climbing (IFSC) ini berlangsung di Wujiang, China, pada Minggu, 10 Mei 2026. Hasil ini menjadi evaluasi penting bagi kontingen Merah Putih di kancah internasional.
Sebanyak empat wakil terbaik Indonesia di kategori speed putra, yaitu Raharjati Nursamsa, Kiromal Katibin, Aditya Tri Syahria, dan juara Olimpiade Paris 2024 Veddriq Leonardo, berjuang keras. Namun, keempatnya gagal menembus babak semifinal individu. Performa ini menunjukkan tantangan besar yang dihadapi atlet Indonesia di level dunia.
Meskipun demikian, semangat juang para atlet tetap patut diapresiasi. Mereka telah memberikan penampilan terbaik di tengah persaingan ketat. Perjalanan tim Indonesia di World Climbing Series Wujiang 2026 ini memberikan banyak pelajaran berharga untuk persiapan kompetisi mendatang.
Perjuangan Atlet Indonesia di Babak Awal
Perjalanan tim panjat tebing speed putra Indonesia di World Climbing Series Wujiang 2026 dimulai dari babak 16 besar. Raharjati Nursamsa menghadapi rekan senegaranya, Kiromal Katibin, dalam duel sengit. Raharjati berhasil unggul dengan catatan waktu 4,77 detik, sementara Kiromal mengalami fall dan tidak mencatatkan waktu.
Selanjutnya, Aditya Tri Syahria berhadapan dengan wakil Thailand, Aphiwit Limpanichepakdee. Aditya mencatatkan waktu 7,00 detik, namun harus mengakui keunggulan lawannya yang membukukan 4,87 detik. Pertandingan ini menunjukkan ketatnya persaingan di setiap babak.
Laga terakhir di babak 16 besar mempertemukan Veddriq Leonardo, peraih medali emas Olimpiade Paris 2024, melawan Hryhorii Ilchyshyn dari Ukraina. Veddriq tampil solid dengan waktu 5,46 detik, sementara lawannya juga mengalami fall. Kemenangan ini membawa Veddriq dan Raharjati melaju ke babak berikutnya.
Asa Merah Putih Kandas di Perempat Final
Perjuangan tim Indonesia berlanjut ke babak perempat final, menyisakan Raharjati Nursamsa dan Veddriq Leonardo sebagai harapan Merah Putih. Namun, babak ini menjadi akhir perjalanan keduanya di World Climbing Series Wujiang 2026. Persaingan semakin ketat dengan lawan-lawan tangguh dari berbagai negara.
Raharjati Nursamsa menghadapi Jianguo Long dari China dalam pertarungan perempat final. Sayangnya, Raharjati mengalami fall, sedangkan Long berhasil mencatatkan waktu impresif 4,723 detik. Hasil ini menghentikan langkah Raharjati untuk melaju lebih jauh di kompetisi ini.
Sementara itu, Veddriq Leonardo juga harus takluk di tangan Samuel Watson dari Amerika Serikat (AS). Veddriq tercatat fall, dan Watson berhasil membukukan waktu 4,728 detik. Dengan demikian, kedua wakil Indonesia tidak berhasil melaju ke babak semifinal, mengakhiri harapan meraih medali di Wujiang.
Dominasi China dan Rekor Dunia Baru
World Climbing Series Wujiang 2026 menjadi panggung dominasi atlet panjat tebing speed dari China. Yicheng Zhao dari China berhasil keluar sebagai juara pertama setelah mengalahkan rekan senegaranya, Jianguo Long, di babak final.
Medali perunggu diraih oleh Samuel Watson dari Amerika Serikat, yang berhasil mengalahkan rekan senegaranya, Michael Hom, dalam perebutan tempat ketiga.
Sorotan utama lainnya adalah pemecahan rekor dunia baru oleh Yicheng Zhao. Atlet muda berusia 16 tahun ini mencatatkan waktu fantastis 4,54 detik pada babak semifinal saat melawan Watson. Sebelumnya, Zhao juga sempat mencetak 4,65 detik saat perempat final, menunjukkan konsistensi performa luar biasa.
Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) mengirimkan total sembilan atlet disiplin speed untuk mengikuti World Climbing Series Wujiang 2026. Tim ini terdiri dari lima atlet di sektor putra dan empat atlet di sektor putri, menunjukkan komitmen Indonesia dalam mengembangkan olahraga panjat tebing di kancah internasional.
Sumber: AntaraNews