DPR Apresiasi Polisi Tangkap Geng Motor Pembacok Remaja di Makassar: Jangan Biarkan Kekerasan Jalanan Dibiarkan Tumbuh
Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni menilai tindakan tegas aparat semacam akan membuat para pelaku kriminal jalanan berpikir ulang sebelum bertindak.
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mengapresiasi Polrestabes Makassar yang menangkap lima pelaku penebasan dan pembusuran anak baru gede bernama Hilal (13) di Jalan Abu Bakar Lambogo pada Selasa (12/5). Sahroni menilai, pola kerja cepat ini patut ditiru oleh Polres lainnya.
"Saya apresiasi langkah yang cepat, gercep Polrestabes Makassar yang langsung mengamankan para pelaku. Ini baru paten. Terima Kasih kepada kapolrestabes Makassar dan Kasat Reskrim yang turun memimpin langsung kegiatan, Patut ditiru oleh Polres-Polres lainnya di setiap wilayah, biasakan respons cepat dan tegas, agar para pelaku kapok dan kejahatan seperti ini tidak menjamur. Pokoknya jangan biarkan kekerasan jalanan dibiarkan tumbuh di wilayahnya masing-masing,” ujar Sahroni dalam keterangannya, Selasa (12/5).
Sahroni menilai tindakan tegas oleh aparat semacam ini akan membuat para pelaku kriminal jalanan berpikir ulang sebelum melakukan tindakannya.
“Saya yakin kalau aparat tegas dan cepat seperti ini, pelaku akan berpikir ribuan kali sebelum berbuat. Nah kita kan sudah maksimalkan pencegahan dengan berbagai cara. Jadi kalau masih ada yang bandel, ya kita tindak dengan tegas biar jera dan kapok. Saya minta Polrestabes Makassar untuk terus tingkatkan kinerjanya, tangkap seluruh perusuh yang meresahkan hingga Makassar aman, bebas dari kekerasan jalanan,” kata Sahroni.
5 Anggota Geng Motor Pelaku Pembacokan Remaja di Makassar Ditangkap
Jajaran Polrestabes Makassar menangkap lima anggota geng motor yang diduga terlibat dalam aksi penyerangan dan pembacokan terhadap seorang remaja di Jalan Abu Bakar Lambogo, Kecamatan Makassar, Minggu (10/5). Polisi menyebut aksi brutal tersebut dipicu motif dendam.
Kapolrestabes Makassar Komisaris Besar Arya Perdana mengatakan pihaknya langsung bergerak melakukan penyelidikan setelah video penyerangan itu viral di media sosial. Dalam peristiwa tersebut, seorang remaja bernama Hilal (13) mengalami luka akibat terkena sabetan senjata tajam.
"Alhamdulillah, hari ini sudah tertangkap sebanyak lima orang pelaku dengan inisial AF (19), MR (18), MY (19), GIF (19), dan MA (19). Pengungkapan terhadap kelimanya berawal dari penangkapan dua pelaku," ujar Arya saat jumpa pers di Mapolrestabes Makassar, Selasa (12/5).
Motif
Mantan Kapolres Metro Depok itu menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, aksi penyerangan dilakukan karena para pelaku menyimpan dendam terhadap kelompok korban. Menurut Arya, salah satu pelaku sebelumnya mengaku pernah mendapat ancaman busur saat melintas di lokasi kejadian.
"Hasil interogasi para pelaku ini motifnya adalah dendam dengan korban ini. Mereka menyerang dengan membawa senjata tajam dan busur. Mereka memang sudah merencanakan (penyerangan)," kata Arya.
Polisi menduga aksi tersebut telah dipersiapkan sebelumnya, termasuk dengan membawa sejumlah senjata tajam saat melakukan penyerangan.