Tawuran Geng Motor Libatkan Ratusan Orang di Makassar, Polisi Ringkus 7 Remaja
Mendapatkan laporan adanya bentrokan tersebut, Unit Polsek Panakkukang bersama personel Polrestabes Makassar kemudian bergerak ke lokasi.
Bentrokan antar geng motor terjadi Jalan Inspeksi Kanal, Kelurahan Tamamaung, Kecamatan Panakukkang, Kota Makassar, Sabtu (9/6) kemarin. Kepolisian Sektor Panakukkang menangkap setidaknya tujung orang remaja yang diduga terlibat geng motor.
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Kepolisian Resor Kota Besar Makassar, Komisaris Wahiduddin mengatakan terjadi bentrokan tiga geng motor. Bahkan, bentrokan tersebut melibatkan ratusan orang.
"Tiga kelompok geng motor diduga terlibat dalam bentrokan itu masing-masing bernama TROBOS, TELKOM28 dan SMUNEL. Laporan dari masyarakat, telah terjadi tawuran yang melibatkan sekitar kurang lebih 200 orang menggunakan sepeda motor," ujarnya di Mapolrestabes Makassar.
Mendapatkan laporan adanya bentrokan tersebut, Unit Polsek Panakkukang bersama personel Polrestabes Makassar kemudian bergerak ke lokasi. Saat melakukan pengejaran, personel polisi melintas ke Jalan Inspeksi Kanal, Kelurahan Tamamaung. Di lokasi itu, petugas mendapati ratusan pemuda sedang berkumpul di lapangan samping kanal.
Ketika melihat kedatangan polisi, para pemuda tersebut langsung berhamburan melarikan diri masuk ke lorong-lorong sekitar lokasi. Dalam penyisiran tersebut, pihaknya mengamankan tujuh orang di lokasi kejadian.
Sebagian dari mereka meninggalkan sepeda motor dan menjatuhkan sejumlah senjata yang diduga digunakan untuk tawuran.
"Kemudian, kita mengamankan 7 orang di TKP, namun untuk yang lain melarikan diri, kemudian ada beberapa barang bukti yang kita dapatkan di TKP, namun bukan didapat dari pelaku,” tuturnya.
Inisial Pemuda yang Diamankan
Polisi mengamankan tujuh pemuda usai membubarkan tawuran antar kelompok geng motor yang melibatkan sekitar 200 orang di Jalan Inspeksi Kanal, Kelurahan Tamamaung, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar.
"Mereka masing-masing berinisial MH (17), MF (20), MF (15), FHM (16), MS (16), MFR (18), dan SB (14)," kata Wahiduddin.
Sementara itu, Kepala Unit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Panakukkang, Inspektur Satu Uji Mughni menambahkan sejumlah barang bukti ditemukan berserakan di sekitar lokasi tawuran saat polisi melakukan penyisiran karena diduga dibuang para pelaku sebelum melarikan diri.
Di antaranya satu bom molotov, tiga ketapel pelontar busur, empat anak panah busur, satu badik, tiga parang panjang, dan satu samurai. Selain itu, polisi juga mengamankan 22 unit sepeda motor yang ditinggalkan para pelaku saat melarikan diri dari lokasi pembubaran di Jalan Inspeksi Kanal.
"Kemungkinan ini barang bukti ini dibuang oleh para pelaku, sehingga barang bukti itu bukan didapat dari pelaku," tuturnya.
Masih Jalani Pemeriksaan
"Jadi, pada saat dilakukan penyisiran, ini barang bukti ini didapat di sekitar TKP. Ini yang kita mengamankan, barang buktinya," lanjutnya.
Ketujuh terduga pelaku yang diamankan masih menjalani pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut di Polsek Panakkukang.
"Kemudian, untuk pelaku, apa, yang terdiri dari pelaku saat ini, masih diminta ikatangan untuk dilakukan pendalaman di Polsek Panakkukang," pungkasnya.